Iklan Banner Sukun
Olahraga

Di Balik Viral Atlet Peraih Emas PON Tagih Uang Saku ke Pemkot Malang

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono.

Malang (beritajatim.com) – Media sosial Twitter dihebohkan dengan cuitan akun twitter yang menagih uang saku ke Pemerintah Kota Malang dan Wali Kota Malang, Sutiaji. Mendapat notifikasi itu, Wali Kota Malang, Sutiaji langsung melakukan konfirmasi ke KONI Kota Malang.

Dia memastikan urusan uang saku sudah tuntas diberikan Pemkot Malang melalui KONI setempat. Sebab, atlet-atlet Kota Malang yang dipanggil KONI Jatim untuk tampil di PON semua sudah mendapat uang saku.

“Satu yang ramai-ramai itu uang transportasi ternyata sudah dikasihkan melalui transfer, sudah clear semua. Semua dana itu kan dana hibah dan sudah di KONI semua sudah clear,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (22/10/2021).

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono juga membantah bahwa uang saku tidak diberikan kepada para atlet. Uang saku itu sudah diberikan kepada semua atlet masing-masing sebesar Rp 2,5 juta melalui transfer bank.

Eddy menuturkan, dalam konteks PON daerah sifatnya hanya membantu, uang saku dan bonus diibaratkan sebagai hadiah hiburan. Karena uang saku utama dan bonus peraih medali itu datangnya dari KONI Jatim bukan KONI daerah.

“Uang saku semua bank sudah kita berikan ke semua atlet, masalah uang saku clear. Kan sekarang ini semua transfer cashless. Jadi sudah semua kami transfer. Ada yang belum itu bukan karena apa. Salah satu faktornya ya karena nomor rekeningnya mungkin karena sibuk jadi belum menyetorkan tapi sekarang sudah semua,” papar Eddy.

Eddy juga telah melakukan komunikasi dengan Persatuan Basket Indonesia Kota Malang. KONI meminta hal kecil seperti uang saku tidak usah dibesar-besarkan. Sebab, uang saku itu sudah diberikan meski nominalnya tidak begitu besar.

Dalam waktu dekat, KONI dan Pemerintah Kota Malang akan memanggil 9 atlet yang berhasil meraih 14 medali di PON Papua. Terdiri dari 6 emas, 4 perak dan 4 perunggu. Rencananya penyerahan akan dilakukan pada momen Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang. Tetapi diajukan menjadi Senin, 25 Oktober 2021.

“Semua atlet PON itu tanggungjawab KONI Jatim. Tetapi kita masa diam kan tidak, tetap kita kasih apresiasi bukan bonus ya tapi hadiah hiburan karena bonus dari KONI Jatim. Nanti akan kita panggil di Balaikota Malang,” tandas Eddy.  [luc/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar