Olahraga

Dua Gol Bunuh Diri PSM

Dejan Antonic Tak Mau Timnya Disebut Menang karena Keberuntungan

Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Dejan Antonic menilai kemenangan timnya 2 gol tanpa balas atas PSM Makassar pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, Kamis (4/7/2019) malam, bukan sekedar keberuntungan semata.

Sebab pada laga yang hanya disaksikan sebanyak 2.203 penonton di tribun Gelora Madura, sepasang gol kemenangan Laskar Sape Kerrab dicetak (gol bunuh diri) oleh para pemain Juku Eja, yakni Benny Wahyudi pada menit 27′ dan Aaron Michael Evans pada menit 88′.

Sepasang gol tersebut sekaligus menandakan sektor depan tim tuan rumah mulai kurang bertaji. Apalagi dalam dua laga terkahir menghadapi PSM Makassar, mereka tidak sekalipun mampu mencetak gol ke gawang tim kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan.

Namun juru taktik asal Serbia, justru menolak jika timnya dikatakan mulai mandul. Sebab sepasang gol yang menandai raihan 3 poin sempurna di kandang, sebagai bukti kolaborasi permainan timnya berjalan maksimal. “Gol bunuh diri pemain PSM karena kombinasi (permainan) kita bagus, jadi bukan keberuntungan semata,” kata Dejan Antonic.

Tidak hanya itu, tiga laga beruntun dalam beberapa hari kedepan justru semakin membuat timnya sulit. Apalagi harus menghadapi tim yang sama dengan tensi tinggi. “Bermain tiga kali melawan tim yang sama sangat sulit, tapi saat ini kita mau istirahat dulu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Madura United bakal kembali bentrok melawan PSM Makassar pada leg kedua Babak Semifinal Piala Indonesia 2018 di Gelora Madura, Minggu (7/7/2019). Pada laga tersebut, Madura harus mengalahkan PSM dengan skor 2 gol lebih banyak guna memastikan langkah ke partai puncak.

Sebab pada laga sebelumnya (leg pertama) di Stadion Andi Mattalitta, Makassar, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu harus menyerah dengan skor tipis 1-0 dari Juku Eja. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar