Olahraga

Dampak Covid-19, Gaji Pemain Madura FC Dibayar 25 Persen

Manajer Madura FC (tengah berkaos biru) bersama sebagian pemain yang dikontrak

Sumenep (beritajatim.com) – Manajemen Madura FC memutuskan untuk meliburkan tim pelatih dan pemain selama masa pandemi Covid-19, yakni mulai April – Juni 2020.

“Tim pelatih dan 16 pemain yang kami kontrak untuk masa kompetisi 2020 sudah kami pulangkan untuk menghormati keputusan Pemerintah dan PSSI agar aktivitas keolahragaan diliburkan dulu hingga batas waktu yang tak ditentukan akibat pandemi Covid-19,” kata Manager Madura FC, Slamet Hidayat, Senin (06/04/2020).

Namun demikian, sambungnya, manajemen tetap menghormati kontrak yang telah dibuat atas kesepahaman dan kesepakatan bersama. Untuk sementara, di Liga 3 memang tidak ada regulasi yang mengatur spesifik kontrak maupun ketika ada situasi darurat seperti masa sekarang, yakni pemain diliburkan meskipun masih terikat kontrak.

“Manajemen meliburkan pelatih dan pemain sembari menunggu sekaligus menyesuaikan keputusan terbaru Pemerintah dan PSSI tentang pandemi Covid-19,” ujarnya.

Pemain saat latihan beberapa waktu lalu sebelum Covid-19

Ia memaparkan, manajemen menyesuaikan kondisi saat ini dengan regulasi yang dibuat PT LIB sebagai operator Liga 1 dan Liga 2, yakni kompensasi yang dibayarkan kepada pelatih dan pemain adalah 25 persen dari kontrak selama diliburkan.

“Kami sudah bertemu dan membahas ini dengan tim pelatih dan pemain. Alhamdulillah, mereka sepakat dan memang menyadari ada situasi yang tak diinginkan bersama. Kami sudah menyampaikan pula bahwa kompensasi yang dibayarkan adalah 25 persen. Mereka semua bisa menerima keputusan itu,” paparnya.

Ia meminta para pemain tetap menjaga kondisi kebugaran dan kesehatan selama diliburkan. “Tidak boleh ada yang sakit dan tidak boleh ada yang sampai kelebihan berat badan. Harus benar-benar dijaga,” ucapnya. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar