Olahraga

‘Cuci Gudang’ Madura United yang Bikin Heboh

Fawaid Ansory, Kiper Muda Madura United FC saat menjalani latihan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC menjadi perbincangan publik sepakbola nasional menyusul kebijakan ‘cuci gudang’ yang dilakukan jajaran manajemen, khususnya pada bursa transfer musim 2019.

Terlebih saat ini, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab mendatangkan sejumlah pemain berlabel bintang. Di antaranya Aleksandar Rakic, Alberto Goncalves, Andik Vermansyah, Dane Milovanovic, Fandry Imbiri, Jaimerson Xavier, Marckho Sandy Meraudje, Muhammad Ridho Djazulie, dan sejumlah pemain lainnya.

Tidak hanya itu, tercatat hanya sekitar sembilan pemain musim lalu yang dipertahankan dalam skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab. Sisanya merupakan para pemain baru yang notabene berlabel bintang.

Sembilan pemain tersebut meliputi Al-Fath Fathier, Asep Berlian, Engelberd Sani, Fachruddin Aryanto, Greg Nwokolo, Muhammad Rifad Marasambesy, Satria Tama Hardianto, Slamet Nurcahyo dan Zah Rahan Krangar.

Namun, Madura United memasukkan para pemain matang guna menggapai prestasi, juga disertai dengan persiapan matang dengan penataan pemain muda potensial melalui investasi belanja pemain muda berkualitas. Dua di antaranya sudah sempat bermain bersama skuad senior, yakni Irsan Lestaluhu dan Rifad Marasambesy.

Selain itu juga terdapat sejumlah pemain muda berpotensi bintang yang sudah dipersiapkan sebagai regenerasi pemain senior dalam skuad kebanggaan suporter Madura Bersatu, bahkan mereka juga sudah dipersiapkan melalui skuad Madura United U19. Masing-masing Dava Ardiansyah Ramadhan, Drey Buyung Panyalay dan Fawaid Ansory.

Bahkan selain Irsan Lestaluhu dan Rifad Marasambesy, juga terdapat beberapa pemain yang menjadi andalan Timnas Indonesia U19 yang didatangkan manajemen Madura United. Di antaranya Kadek Raditya Maheswara dan Syahrian Abimanyu.

Keberadaan para pemain berlabel the Rising Stars tersebut, diharapkan bisa menjadi regenerasi dari para pemain senior dalam skuad Madura United. “Perencanaan transfer pemain ini berorientasi jangka panjang,” kata Presiden Madura United FC, dikutip dari website resmi klub, Minggu (3/2/2019).

“Peningkatan kemampuan (pemain muda) bersama Madura United akan memudahkan untuk kedepannya, sehingga tidak perlu melakukan banyak bongkar pasang pemain di musim-musim berikutnya,” sambung pria yang akrab disapa AQ.

Hal senada juga disampaikan Manajer Madura United FC, Haruna Sumitro yang menegaskan kebijakan transfer tersebut sebagai bentuk investasi jangka panjang. “Bibit pemain muda ini, tentunya untuk kemudahan dalam pembentukan tim di tahun-tahun berikutnya. Mereka terikat kontrak panjang bersama Madura United,” pungkasnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar