Olahraga

Coach RD Tegaskan Legiun Asing Segera Bergabung

Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Rahmad Darmawan menegaskan empat legiun asing dalam skuadnya segera bergabung dengan tim, khususnya menjelang bergulirnya kompetisi lanjutan Liga 1 Musim 2020 mendatang.

Hal tersebut disampaikan menyusul keberadaan sosok pemain asing keturunan Jawa, Mickael Partodikromo yang bergabung dan menjalani latihan bersama skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab. Termasuk satu legiun asing lain yang masih berusia muda asal Brasil, Robert Junior Redrigues Santos.

Bahkan, keberadaan dua sosok asing dalam tim kebanggaan suporter Madura Bersatu tersebut memunculkan beragam spekulasi bahwa legiun asing yang sudah ada bakal hengkang dan meninggalkan Pulau Garam. Apalagi saat ini, kedua pemain asing tersebut diizinkan mengikuti program latihan.

“Ia ikut latihan, ya welcome saja. Kami belum berbicara apapun mengenai kesepakatan atau peluang dan sebagainya. Jadi untuk sementara ikut latihan dan kita akan melihat perkembangannya seperti apa,” kata Coach Rahmad Darmawan, dikutip dari website resmi Madura United FC, Jumat (11/9/2020) malam.

Satu pemain asing keturunan Jawa, Mickael Partodikromo (tengah) menjalani latihan bersama Madura United FC di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Tidak hanya itu, juru taktik yang akrab disapa Coach RD juga menegaskan bahwa empat legiun asingnya bakal segera tiba dan bergabung dalam waktu dekat. “Kami tegaskan, meskipun belum datang bukan berarti ia (Mickael) sebagai penggantinya,” tegasnya.

“Jadi biar tidak ada spekulasi apa-apa di luar (seputar belum bergabungnya para legiun asing), kami selalu intens komunikasi. Hanya saja saat ini masih terkendala administrasi,” sambung mantan juru taktik Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Seperti diketahui, saat ini Madura United FC sudah memiliki empat pemain asing yang terdiri dari satu pemain asing Asia, serta tiga pemain asing Non Asia. Masing-masing Jacop Pepper (Australia), serta tiga pemain asing Non Asia, yaitu Bruno Matos dan Jaimerson Xavier (Brasil), dan Emmanuel Oti Essigba (Ghana). [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar