Iklan Banner Sukun
Olahraga

Cerita Konyol Dida saat AC Milan Dikalahkan Celtic di Liga Champions

Sumber foto: sampremilan.com

Surabaya (beritajatim.com) – Nelson de Jesus Silva alias Dida merupakan pemain sepak bola berkebangsaan Brasil. Sejak tahun 2000-an, Dida jadi andalan utama masa keemasan klub Serie A Italia, yaitu AC Milan. Namun dibalik penampilan gemilangnya, Dida juga pernah punya cerita konyol.

3 Oktober 2007, menjadi tanggal yang tidak akan pernah dilupakan oleh penggemar Celtic maupun AC Milan. Saat itu, hari di mana Celtic menyambut tim legendaris AC Milan ke Skotlandia untuk pertandingan penyisihan grup Liga Champions.

Raksasa asal Italia itu bisa dibilang tim terbaik di dunia saat itu. Rossoneri telah memenangkan kompetisi yang sama hanya beberapa bulan sebelumnya saat mereka mengalahkan Liverpool di final.


Dengan pemain kelas dunia termasuk Ricardo Kaka, Clarence Seedorf dan Andrea Pirlo, tim asuhan Carlo Ancelotti itu diperkirakan akan membabat habis tim asal Skotlandia. Namun sebaliknya, Celtic yang justru muncul sebagai pemenang di hari bersejarah tersebut.

Stephen McManus sebagai pencetak gol pembuka bagi Celtic, dan Kaka menyamakan kedudukan dari titik penalti delapan menit berselang. Namun AC Milan yang tampil dominan dalam penguasaan bola, harus kebobolan lagi oleh Celtic. Lantas, kemenangan ini membuat euforia fans Celtic menjadi meledak.

Seorang pendukung Celtic, Robert Mc Hendry, melakukan selebrasi terlalu jauh, ia masuk ke lapangan untuk merayakannya bersama para pemain. Saat berlari melintasi lapangan, McHendry sempat menyentuh wajah Dida. Dida sempat mengejar McHendry beberapa langkah, dan kemudian dengan aneh jatuh ke tanah seolah dalam kesakitan.

Pemain Brasil itu tumbang selama beberapa menit hingga akhirnya meninggalkan lapangan dengan ditandu. Kejadian itu membuat Celtic didenda 25.000 poundsterling, akibat gagal menjaga penggemar masuk ke lapangan. Sementara McHendry mendapat larangan menonton sepak bola secara langsung seumur hidup.

Sedangkan Dida juga mendapat hukuman atas perilakunya. Drama konyol Dida itu membuat dirinya mendapat larangan tampil selama dua pertandingan. Hukuman itu dijatuhkan karena Dida dianggap melanggar aturan tentang kesetiaan, integritas, dan sportivitas. [dan/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar