Iklan Banner Sukun
Olahraga

Cedera, Atlet Porprov Minta Pemkot Surabaya Bantu Biaya Pengobatan

Zulfikar Ahmad saat menunjukan rontgen cedera ACL yang dialaminya.

Surabaya (beritajatim.com) – Zulfikar Ahmad terpaksa mengadu ke DPRD Surabaya lantaran cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang diterimanya saat latihan jelang turnamen Porprov Jatim 2022 tidak mendapat perhatian serius. Eks pemain Persebaya Surabaya ini hanya mendapat biaya pengobatan sebesar Rp 300 Ribu untuk pijat.

“Ketika diminta Kota Surabaya untuk futsal dalam ajang Porprov di saat latihan mengalami cedera. Dengan kejadian itu adik kita hanya diberi oleh 300 ribu oleh KONI, bahasanya untuk pijat,” kata anggota Komisi D DPRD Surabaya, Hari Santosa saat menerima Zulfikar Ahmad di ruangannya, Kamis (2/6/2022).

Tak hanya itu, kata Hari, ketika Zulfikar dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, ia tidak diberikan fasilitas untuk berobat. Hari menyebut biaya pengobatan cukup tinggi, diperkirakan mencapai Rp 70 juta.

“Dengan kejadian seperti ini apakah Pemerintah Kota, dalam hal ini juga KONI, masak nggak ikut memikirkan?,” tanya Hari.

Menurut Hari, cedera ACL yang dialami Zulfikar bukanlah suatu kesalahan yang disengaja tetapi kecelakaan. Dia menuntut KONI Surabaya untuk membantu pengobatan cedera ACL Zulfikar.

“Kita sama-sama menuntut Pemerintah Kota melalui KONI sehingga bisa meringankan beban. Sudah beban cidera, jangan sampai dikasih beban mental lagi untuk kesembuhan ini,” tegasnya.

Panggil KONI Surabaya

Hari menegaskan secepatnya akan memanggil Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah untuk memperjelas masalah cedera ACR Zulfikar. “Yang jelas kami nanti akan kontak Ketua KONI, kalau tidak bisa ya ini sebagai laporan komisi D, yang nantinya kami akan undang mereka untuk membicarakan masalah ini,” katanya.

Hari menyebut hal ini bertujuan untuk menghargai pemuda berprestasi yang saat ini mengalami cedera apalagi ketika membela nama besar Kota Surabaya.

“Ini nanti bisa buat acuan ke depan apabila banyak atlet semacam ini dikala mengalami cidera semacam ini di saat mereka latihan atau di saat mereka pertandingan ini jelas gitu (pertanggungjawabannya),” katanya.

Dengan kejadian Zul, ia berharap pemerintah segera bertanggung jawab. Sehingga bisa menepis keraguan orang tua yang memiliki anak berprestasi karena telah memiliki jaminan dari pemerintah.

“Kalau nggak ya mereka juga akan ragu ketika anak-anaknya berprestasi dipanggil tapi setelah dipanggil kurang ada jaminan dari pihak yang memanggil,” katanya.

Sementara itu, Zul panggilan akrab Zulfikar Ahmad mengatakan dirinya sempat tidak bisa berjalan selama 4 hari akibat cedera yang menimpanya saat latihan Porprov tersebut. Dia hanya mengkompres cederanya hingga perlahan mulai bisa berjalan kembali.

“Nggak bisa jalan 4 hari. Baru ke fisioterapi setelah 2 minggu kena. Cuma penguatan-penguatan gitu itu penguatan biar bisa jalan,” kata warga Ngagel Rejo ini.

Dia berharap segera mendapat bantuan pengobatan dari pemerintah agar segera sembuh dan bisa kembali merumput karena itu merupakan sumber penghasilannya.

“Bisa sembuh paling tidak 8 bulan. Pastinya pingin segera merumput soalnya saya kan kerjanya juga disini,” pungkas Zul. [asg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar