Olahraga

Calon Ketua KONI Banyuwangi Hanya Dua Nama

Banyuwangi (beritajatim.com) – Hingga batas waktu pendaftaran Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi Senin (26/8/2019) ditutup, hanya terdapat dua nama yang menyelesaikan syarat dan kelengkapan pendaftaran. Mereka adalah, Mukayin dan Alex Budi Setiawan.

Mukayin, resmi mendaftar pada Jumat (23/8/2019). Disusul Alex pada last minute menjelang pendaftaran ditutup.
Pria yang sempat mencalonkan diri sebagai caleg ini, resmi mengembalikan formulir pendaftaran didampingi sejumlah pendukungnya. Usai menyerahkan berkas, Alex mengaku mendapat tujuh rekomendasi dukungan cabang olahraga.

“Ya kita hari ini resmi mendaftar, kita sudah penuhi beberapa persyaratan untuk kelengkapan yang ditentukan oleh panitia Musorkab. Terkait dukungan, kita sejauh ini telah melakukan komunikasi terhadapa cabor. Ada enam cabor yang memberikan dukungan,” kata Alex, Selasa (27/8/2019).

Tujuh cabor itu, kata Alex, cabor FHI (Hoki), Forki (karate), ASKAB PSSI, Taekwondo, Pelti (tenis) dan Bola Basket. “Dukungan sementara itu, kendalanya karena beban waktu mepet, ada yang asing saat menyampaikan visi misi, jeda beberapa hari kurang maksimal. Tapi, tekad tujuan kita ingin membangun KONI lebih baik, dan yang baik kita tingkatkan lagi,” ungkapnya.

Beda halnya dengan Alex, bakal calon ketum KONI Banyuwangi Raden Bomba Sugiarto yang sempat mengambil formulir justru mengurungkan niatnya mengembalikan dan membatalkan pendaftaran. Berbagai masalah, menjadi alasannya.

“Awalnya saya antusias mencalonkan diri sebagai Ketua KONI karena sistem pendaftaran dilakukan secara demokratis. Syarat dukungan yang ditentukan sebanyak 10 cabor dari 31 suara,”

“Namun dalam perjalan, saya melihat Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua KONI Banyuwangi tidak netral karena berpihak kepada salah satu calon. Saya merasa dijebak dengan woro-woro yang kesannya demokratis, padahal sudah ada konspirasi memenangkan salah satu calon,” kata Mantan anggota DPRD Banyuwangi ini.

Bahkan, Bomba sempat memilih walk out saat akan melakukan proses pendaftaran. Ia menilai adanya kejanggalan dalam pelaksanaan Musorkab. “Musorkab tidak sesuai dengan AD/ART KONI. Kalau saya mengembalikan formulir dan tetap mendaftar sebagai calon, sama saja saya mengamini Musorkab yang cacat hukum. Ini juga rentan gugatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua KONI Banyuwangi, Bonavita Budi Wijayanto mengatakan, agenda terakhir pendaftaran bacaketum KONI Banyuwangi ditutup dengan dua nama. Meskipun sebelumnya pihaknya mencatat ada lima orang yang mengambil formulir pendaftaran.

“Dari 4 bakal calon, hanya dua yang mengembalikan formulir beserta persyaratannya. Yakni Bapak Mukayin dan Bapak Alex,” jelasnya.

Selanjutnya, TPP akan melakukan proses verifikasi dan hasilnya akan diumumkan pada (29/8/2019). Sementara pelaksanaan Musorkab akan berlangsung pada 1 September 2019. [rin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar