Olahraga

Cafe dan Hotel Dilarang Siarkan Liga Inggris Secara Ilegal

Malang (beritajatim.com) – Mola Matrix dan Mix sebagai pemegang hak siar siaran langsung Liga Inggris (Premier League) musim 2019 hingga 2022, mengajak pengusaha hotel, resto dan cafe untuk bekerjasama dalam menyiarkan tayangan sepak bola negeri Britania itu.

COO Mix Mola Tv Bobby Christoffer mengatakan, Mola menggandeng Matrix dan Mix agar memudahkan pecinta Liga Inggris menonton secara langsung di televisi melalui siaran parabola dan internet. Selain, bisa dinikmati melalui parabola dan intetnet, Mix Mola juga menggandeng TVRI untuk siaran di rumah.

“Namun ada perbedaan, di parabola bisa menonton 6 pertandingan dalam satu pekan super big match semua disiarkan. Kalau di internet ada 10 pertandingan, kalau di TVRI hanya 2 pertandingan dalam satu pekan,” kata Bobby, Jumat, (26/7/2019).

Untuk itu, Bobby mengajak para pelaku usaha di bidang hotel, cafe, resto yang biasa untuk melakukan nonton bareng segera melakukan registrasi ke Mola Matrix. Sebab, nonton bareng yang tak teregistrasi bakal disweping oleh tim Mola Matrix. Apalagi Mola Matrix sudah menggandeng Bareskrim Mabes Polri.

“Di Jawa Timur kita menggandeng PT Nonton Olahraga Dunia. Jadi semua area komersil yang menjual tiket dan menjual makanan semua harus teregistrasi karena izinnya dimiliki mola live tv jika tidak bisa bakal terkena sanksi karena itu untuk perumahan bukan untuk komersil,” ujar Bobby.

CEO PT Nonton Olahraga Dunia, Aries Tohir mengatakan ada beberapa paket yang telah disiapkan perusahaannya untuk hotel, resto dan cafe. Paling murah adalah paket Rp20 juta. Dengan paket ini hotel hanya diminta membayar 30 persen dari total kamar yang tersedia.

“Kita yang memiliki wewenang untuk memegang siaran Liga Inggris yang ditontonkan secara komersial. Dengan harga Rp20 juta bagi hotel, cafe dan resto kalau di hitung dari nilai ekonomi sebenarnya tidak mahal. Dengan registrasi mereka diperbolehkan menonton Liga Inggris selama satu musim penuh secara komersil,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, bila ada hotel, cafe dan resto yang tak melakukan registrasi namun melakukan nonton bareng secara komersil bakal diberi teguran. Bila tetap membandel bakal diancam dengan Undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang hak siar, sekaligus Undang- undang no 28 tahun 2014 tentang hak cipta. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar