Olahraga

Bupati Rombak Total Yayasan Persid Jember

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto memutuskan untuk merombak Yayasan Persid Jember dari nol, meliputi dewan pembina, dewan pengurus, dan dewan pengawas. Keputusan itu untuk memutus rantai konflik berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Hendy saat menerima Dewan Pembina Yayasan Persid Jember yang diketuai Suparno, mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, di Pendapa Wahyawibawagraha. Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (6/6/2021) sore.

Yayasan Persid Jember yang menaungi klub sepak bola Liga 3 Persid saat ini dilanda sengketa dualisme antara kepengurusan yang diketuai Sholahuddin Amulloh alias Jo dengan Sunardi, seorang anggota DPRD Jember. Dualisme ini membuat Persid terancam tak bisa mengikuti kompetisi sepak bola Liga 3, karena PSSI Jawa Timur menganggap persoalan ini harus diselesaikan dulu secara kekeluargaan atau secara hukum.

Hendy mengatakan, Jember tahun depan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur. Ia menginginkan cabang sepak bola merebut medali emas untuk melengkapi kesuksesan Jember. Konflik internal Yayasan Persid Jember dinilai bisa mengganggu target tersebut.

“Sebulan lalu Pak Haji Sunardi sudah menyerahkan (Persid) kepada saya di kantor DPRD Jember,” kata Hendy. Sunardi menyerahkan penyelesaian dualisme kepadanya.

Setelah melalui pemikiran yang matang, Hendy memutuskan Yayasan Persid Jember dan strukturnya diganti semua dengan yang baru. “Ini bentukan baru. Saya tidak peduli siapa yang ada di dalamnya. Yang penting rumah baru. Kalau rumah baru, enak dipertanggungjawabkannya,” katanya.

“Saya berharap dua-duanya (kepengurusan yang diketuai Jo dan Sunardi) tidak diteruskan. Kita bikin baru lagi. Kita pilih calon-calon. Biar saya komandani di atasnya, sambil kita urus ke depan yayasan baru,” kata Hendy.

Permintaan Hendy sempat disanggah Suparno dan Agus Rizky, anggota Dewan Pembina. “Ada kekeliruan persepsi soal yayasan,” kata Agus.

Menurut Agus, tidak ada dualisme di Yayasan Persid Jember, karena yang terjadi adalah adanya perbedaan versi ketua pengurus antara Jo dan Sunardi. Permasalahan diselesaikan cukup dengan menunjuk ketua baru pengurus yayasan. “Tidak mengobrak-abrik yayasan,” katanya.

Suparno juga mengatakan, dalam Yayasan Persid Jember ada dewan pembina, dewan pengawas, dan dewan pengurus. “Yang jadi masalah adalah organ pengurus. Kami sepakat kalau organ pengurus diubah, monggo. Organ pembina jangan diutik-utik,” katanya.

Wagino, anggota Dewan Pembina lainnya mempertanyakan alasan pembubaran. “Persoalannya bukan setuju tidak setuju. Masa mau dibubarkan? Mesti ada alasannya. Sementara ini kalau mau ganti baru, tidak semudah itu bikin yayasan,” katanya.

Namun Hendy bersikukuh dengan keputusannya. Merombak total Yayasan Persid Jember adalah solusi pas untuk menutup celah berlanjutnya konflik internal itu. Ia memandang dua kubu sama-sama memiliki kekuatan yang berpotensi untuk kembali berbenturan pada masa mendatang.

Keputusan Hendy ini didukung penuh Ahmad Halim, anggota Dewan Pembina Yayasan Persid Jember dari unsur DPRD. “Kita tidak ingin berebut siapa yang benar. Ikuti keinginan bupati. Perkara bupati akan menunjuk siapa (untuk masuk dalam Yayasan Persid Jember), maka kita harus legowo. Konkret, kalau ada struktur baru yayasan. kita serahkan kepada Pak Bupati,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar