Olahraga

Bupati Jember: Persid Harus Bersatu atau Bubar Semua

Bupati Hendy Siswanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan salah satu kegiatan sepak bola di Stadion Notohadinegoro Jember.

Jember (beritajatim.com) – Konflik di tubuh klub sepak bola Liga 3 Persatuan Sepak Bola Indonesia Djember (Persid) mendapat perhatian dari Bupati Hendy Siswanto. Dia meminta seluruh pemangku kepentingan di Persid agar bersatu.

“Mereka harus bersatu. Kalau nggak mau, mereka harus bubar semua. Kalau nggak mau juga, kami sulit untuk bantu,” kata Hendy kepada beritajatim.com, Jumat (4/6/2021).

Hendy akan mendirikan klub sepak bola baru di Jember jika Persid masih terus berkonflik. “Kami akan buat baru, Persatuan Sepak Bola Jember (PSBJ). Tinggal pilih saja, Mas. Yang paling penting Jember wajib rukun,” katanya.

Persid tengah dilanda konflik dualisme yayasan antara kepengurusan yang diketuai Sholahuddin Amulloh dengan Sunardi. Konflik ini membuat Persid terancam tidak bisa berkompetisi di Liga 3 tahun ini.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Sepak Bola PSSI Provinsi (Asprov) Jawa Timur Amir Burhanuddin mempersilakan semua pengurus dan pemangku kepentingan Persid duduk bersama. “Semuanya, mau versi mana pun. Kami normatif saja. Ketika ada yang korespondensi lebih dari satu kelompok, maka kami anggap Persid dalam kondisi dualisme. Pokoknya tidak pada posisi organisasi yang solid satu,” katanya, di sela-sela acara Kongres Askab PSSI Jember, 23 Mei 2021 lalu.

Amir mengatakan, pihaknya tak memiliki kewenangan memutuskan siapa yang paling berhak menjadi badan hukum yang menaungi Persid. “Karena dua-duanya menyampaikan dokumen hukum semua,” katanya.

“Setahu kami Persid Jember punya masyarakat Jember yang dikelola oleh kepengurusan yang bernama yayasan. Bagaimana mekanisme di yayasan tentu kembali pada AD-ART (Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga) masing-masing. Tapi ketika dispute atau bersengketa antara pengurus satu dengan lain, maka ranahnya ranah hukum negara bukan ranah hukum PSSI lagi,” kata Amir.

Amir mempersilakan jika sengketa itu diselesaikan di pengadilan. “Kami akan tunduk dan patuh apapun keputusan pengadilan. Kalau tidak, maka silakan ambil jalan pintas penyelesaiannya. Olahraga sepak bola itu ada induknya yaitu askab, ada pembinanya yaitu KONI, ada penasihat pelindungnya yaitu Bapak Bupati,” katanya.

Asprov PSSI Jatim sudah pernah melayangkan surat kepada kedua belah pihak yang berserteru. “Dan kami sarankan untuk berkonsultasi kepada Askab (Asosiasi Sepak Bola PSSI Kabupaten). Dan askab sudah pernah memfasilitasi ketemu, ya tinggal dilanjutkan saja,” kata Amir. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar