Iklan Banner Sukun
Olahraga

Bupati Hendy Rencanakan Gelar Nobar Piala Dunia Amputasi di Pendapa Jember

Jadwal Piala Dunia Sepak Bola Amputasi

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto berencana menggelar nonton bareng siaran langsung Piala Dunia sepak bola amputasi di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ada empat pemain tim nasional yang berasal dari klub Persaid (Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember).

“Besok tanggal 1 Oktober kita bikin acara nonton bareng di pendapa,” kata Hendy, Sabtu (24/9/2022). Ia mengaku sudah pernah menerima para atlet sepak bola amputasi Jember dan berkomunikasi dengan mereka beberapa waktu lalu.

Sesuai jadwal, Indonesia akan berhadapan dengan Argentina pada 1 Oktober 2022, melawan Inggris pada 2 Oktober 2022, dan menantang Amerika Serikat pada 3 Oktober 2022. Semua pertandingan digelar di Turkiye Futbol Federasyonu Riva, Turki.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta Bupati Hendy Siswanto agar memberi penghargaan kepada atlet sepak bola amputasi yang memperkuat tim nasional dalam Piala Dunia Sepak Bola Amputasi di Turki, Oktober 2022.

“Ke depan Pemerintah Jember harus lebih memperhatikan pembinaan dan memberikan penghargaan bagi masyarakat Jember yang memiliki prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Jember,” kata Alfan Yusfi, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, dalam sidang paripurna pengesahan bersama Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022, di aula kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Sabtu (24/9/2022).

Alfan mencontohkan pemain sepak bola amputasi. “Atlet sepakbola amputasi yang diberi penghargaan dan motivasi oleh Presiden Joko Widodo, tapi diabaikan di kotanya sendiri yaitu Kabupaten Jember,” katanya.

Ada empat pemain Persaid (Persatuan Sepak Bola Amputasi Djember) yang memperkuat tim nasional. Mereka adalah Muhammad Bahiri Siddiq (pemain depan), Muhammad Lukiyono (gelandang), Rudiyanto (pemain bertahan), Fredo Dimas (penjaga gawang). Direktur teknik timnas amputasi juga warga Jember, yakni Rixhie Saputra.

Rixhie Saputra bersyukur mendapat dukungan langsung dari Presiden Joko Widodo. “Alhamdulillah, kami mendapat bantuan Rp 500 juta untuk uang saku bagi seluruh anggota tim yang akan berangkat ke Turki,” katanya.

Rixhie berharap ada respons dan penghargaan terhadap sepak bola amputasi di Jember. “Terakhir kami menghubungi Pemerintah Kabupaten Jember, mereka menyatakan tengah mengupayakan apa yang jadi kelayakan sepak bola amputasi. Namun jika itu hanya wacana tanpa ada tindak lanjut, ini membuat kami benar-benar kecewa. Upaya kami membangun inklusivitas di Jember seakan-akan sia-sia, jika ini hanya menjadi wacana tanpa tindak lanjut,” katanya.

“Jangan sampai pesepak bola amputasi dan pelatih yang asli Jember yang tengah berjuang dalam Piala Dunia Sepak Bola Amputasi terbuang sia-sia, atau bisa jadi diakuisisi pemerintah daerah lain yang benar-benar membutuhkan prestasi di cabang olahraga tertentu. Banyak kejadian atlet-atlet yang diakuisisi pemerintah daerah lain, ketika pemerintah daerahnya sendiri tidak mendukung,” kata Rixhie. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar