Olahraga

Bupati Beri Tenggat Sepekan kepada Yayasan Persid Jember

Bupati Hendy Siswanto dalam pertemuan dengan Yayasan Persid Jember.

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto memberikan waktu sepekan kepada Yayasan Persid Jember untuk menyetujui perombakan total personalia di yayasan yang menaungi klub sepak bola Liga 3 Persid Jember ini.

Hal ini disampaikan Hendy saat menerima Dewan Pembina Yayasan Persid Jember yang diketuai Suparno, mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, di Pendapa Wahyawibawagraha. Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (6/6/2021) sore.

Yayasan Persid Jember yang menaungi klub sepak bola Liga 3 Persid saat ini dilanda sengketa dualisme antara kepengurusan yang diketuai Sholahuddin Amulloh alias Jo dengan Sunardi, seorang anggota DPRD Jember. Dualisme ini membuat Persid terancam tak bisa mengikuti kompetisi sepak bola Liga 3, karena PSSI Jawa Timur menganggap persoalan ini harus diselesaikan dulu secara kekeluargaan atau secara hukum.

“Saya berharap dua-duanya (kepengurusan yang diketuai Jo dan Sunardi) tidak diteruskan. Kita bikin baru lagi. Kita pilih calon-calon. Biar saya komandani di atasnya, sambil kita urus ke depan yayasan baru,” kata Hendy.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Persid Jember Suparno meminta waktu untuk membahas dengan seluruh anggota dewan pembina, yakni Wagino, Sirajuddin, Ahmad Halim, dan Agus Rizki, apakah akan menerima kebijakan tersebut atau tidak, “Baik, tapi jangan lama-lama. Seminggu, jadi tanggal 13 Juni 2021 sudah diketahui keputusannya,” kata Hendy.

Sebelumnya, dalam rapat itu, Suparno bercerita soal sejarah pendirian Yayasan Persid Jember pada 2011, semasa kepemimpinan Penjabat Bupati Jember Zarkasi. Saat itu, Persid berada di Divisi Utama (kasta kedua di bawah Liga Super) dan berstatus klub profesional. PSSI mengharuskan klub tersebut dinaungi badan hukum.

“Saran Pak Zarkasi, badan hukum itu adalah yayasan. Bahkan Pak Zarkasi mengurus beberapa teman, termasuk Pak Sirajuddin (anggota dewan pembina) untuk melakukan studi banding di lima kabupaten,” kata Suparno.

Personel Yayasan tersebut terdiri atas representasi lima lembaga saat itu, yakni Miftahul Ulum (DPRD Jember, ketua dewan pembina), Suparno (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jember), Wagino (Wakil Ketua KONI Jember), Sirajuddin (Wakil Ketua PSSI Jember), dan Sunardi (Ketua Persid Jember yang menjadi ketua pengurus Yayasan Persid Jember).

Dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yayasan, pengurus diangkat pembina melalui rapat dewan pembina dalam jangka waktu lima tahun. Menurut Suparno, Sunardi diangkat ketua pengurus yayasan untuk periode 2011-2016. Setelah 2016, dewan pembina tidak pernah memperpanjang jabatan Sunardi menjadi ketua pengurus yayasan.

Maret 2020, dewan pembina menunjuk Sholahuddin Amulloh menjadi ketua pengurus yayasan menggantikan Sunardi. “Jadi tidak ada dualisme di yayasan,” kata Suparno.

Menurut Suparno, Sunardi diganti karena diprotes kerasa dan didemo kelompok suporter Berni. Bahkan, Berni pernah memboikot seluruh laga kandang Persid dalam kompetisi Liga 3.

Kendati Suparno bersikeras tidak ada dualisme, Bupati Hendy Siswanto tetap memutuskan dilakukannya perombakan total Yayasan Persid Jember. Merombak total Yayasan Persid Jember adalah solusi pas untuk menutup celah berlanjutnya konflik internal itu. Ia memandang dua kubu sama-sama memiliki kekuatan yang berpotensi untuk kembali berbenturan pada masa mendatang.

Fakta di lapangan, Asosasi Provinsi PSSI Jawa Timur sendiri menyatakan bahwa Persid dilanda dualisme. “Ketika ada yang korespondensi lebih dari satu kelompok, maka kami anggap Persid dalam kondisi dualisme. Pokoknya tidak pada posisi organisasi yang solid satu,” kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Sepak Bola PSSI Provinsi (Asprov) Jawa Timur Amir Burhanuddin, di sela-sela acara Kongres Askab PSSI Jember, 23 Mei 2021 lalu.

Amir mengatakan, pihaknya tak memiliki kewenangan memutuskan siapa yang paling berhak menjadi badan hukum yang menaungi Persid. “Karena dua-duanya menyampaikan dokumen hukum semua,” katanya.

Usai rapat, Suparno menolak berkomentar banyak soal keputusan bupati tersebut. “Kami masih harus rapat dewan pembina dulu,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar