Iklan Banner Sukun
Olahraga, Ragam

Brittney Griner, Atlet Basket Putri AS Dihukum 9 Tahun Oleh Pengadilan Rusia, Ada Apa?

Foto Griner di pertandingan Tokyo Juni 2021. (Instagram/brittneyyevettegriner)

Surabaya (Beritajatim.com) – Kamis (4/8), Pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman penjara selama 9 tahun kepada bintang bola basket putri Amerika, Brittney Griner. Hal itu adalah buntut dari ditemukannya kartrid vape yang mengandung ganja kurang dari 1 gram di bagasinya. Saat ia mendarat di Bandara Internasional Sheremetyevo, Moskow.

Peraih medali emas olimpiade dua kali sekaligus Bintang WNBA (Women’s National Basketball Association) itu datang ke Rusia untuk memperkuat tim Rusia selama offseason di AS. Namun kasus tersebut, justru membuatnya terseret dalam pusaran geopolitik saat hubungan AS dan Rusia tengah memburuk imbas dari perang antara Ukraina dan Rusia.

Tak hanya dijatuhkan hukuman penjara yang berat, wanita berusia 31 tahun itu juga didenda sebesar 1 juta Rubel atau setara dengan 247 juta rupiah karena terbukti telah menyalahi hukum Rusia.

Sebelum vonis tersebut dijatuhkan oleh hakim Anna Sotnikova, Griner sempat meminta maaf dan meminta keringanan hukuman pada hakim.

“Saya tidak pernah bermaksud menyakiti siapapun. Saya tidak pernah bermaksud membahayakan penduduk Rusia. Saya tidak pernah bermaksud melanggar hukum apapun di sini. Saya mengakui telah membuat kesalahan dan saya berharap dalam putusan anda, bahwa itu tidak akan mengakhiri hidup saya di sini. Saya tahu semua orang tengah berbicara tentang pion politik. Tapi saya harap itu jauh dari ruang sidang ini” tutur Griner dalam sidang, Kamis (4/8).

Griner mengakui kesalahannya, namun ia mengatakan bahwa ia tanpa sengaja membawa obat-obatan itu saat terburu-buru mengemas kopernya. Pengacaranya, Maria Blagovolina dan Alexander Boykov mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis, bahwa pihaknya akan mengajukan banding atas putusan hakim.

Ia mengkritik putusan hakim yang mengabaikan bukti-bukti yang mereka miliki, juga pengakuan bersalah dari terdakwa.

“Putusan tersebut sama-sekali tidak masuk akal, kami tentu akan mengajukan banding,” tutur Boykov.

Kini mereka punya waktu 10 hari untuk mengajukan banding. Sementara, di luar pengadilan. Boykov mengatakan pada wartawan bahwa, untuk kasus yang sama di Rusia, hukuman rata-rata diberikan selama 5 tahun. Dan hampir dari sepertiga kasus tersebut dibebaskan secara bersyarat. (Jhn/ian)

Apa Reaksi Anda?

Komentar