Olahraga

Bos Madura United: Sepakbola Tidak Lagi Indah

Pamekasan (beritajatim.com) – Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi menilai BRI Liga 1 Musim 2021/2022 kali ini sebagai kompetisi asal main, tidak lagi menjadi hiburan utama sebagai tujuan yang berujung pada sebuah prestasi membanggakan.

Hal tersebut disampaikan menyusul regulator kompetisi Liga 1, yang memaksakan laga antara Madura United kontra Persela Lamongan, yang berakhir dengan skor imbang 1-1 pada pekan ke-23 BRI Liga 1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (5/2/2022) malam.

Pada laga bertajuk Derby Jatim tersebut, komposisi kedua tim memang sangat mengkhawatirkan. Di mana tim berjuluk Laskar Sape Kerrab hanya menyiapkan sebanyak 14 pemain, termasuk tiga pemain pengganti dengan status masuk batas minimal jumlah pemain berdasar regulasi.

Sedangkan Laskar Joko Tingkir justru hanya menyisakan dua pemain pengganti atau hanya menyiapkan sebanyak 13 pemain, yakni minus satu pemain berdasar regulasi batas minimal pemain. Alasannya laga tetap dilanjutkan setelah adanya kesepakatan antar kedua tim untuk melanjutkan laga.

“Kompetisi asal main, apa yang diharapkan dari kompetisi kali ini,” kata Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi dikutip dari selah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Minggu (6/2/2022).

Selain itu, Achsanul juga menyarankan agar kompetisi dihentikan sementara karena meningkatnya dampak pandemi Covid-19. “Pemain bukan alat produksi, mereka manusia berkeahkian, klub bukan alat promosi, mereka bersedia dengan keterpaksanaan. Hentikan dulu kompetisi ini, sepakbola dan pemain jauh lebih berharga,” ungkapnya.

“Kompetisi memang bisnis, tapi tujuan utamanya adalah hiburan yang berujung prestasi. Kali ini sepakbola tidak lagi indah, hampir semua klub tidak nyaman, pemain sakit, pelatih sakit, dokter sakit,” sambung pria yang akrab disapa AQ.

Bahkan ia menilai jika kondisi tersebut sangat tidak nyaman bagi semua pihak yang terlibat, khususnya para pemain, ofiaial dan lainnya. “Jadi walaupun tes PCR negatif, tapi sejatinya mereka ada yang sedang sakit atau cedera,” tegasnya.

“Di lapangan mereka tidak (bermain) maksimal, karena di bench tidak ada pemain pengganti, kompetisi dipaksa jalan demi perjanjian bisnis di antara mereka. Demi mereka yang patuh aturan, semua klub dan pemain tetap siap. Semangat guys, doa kami untuk kalian semua,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar