Iklan Banner Sukun
Olahraga

Bonek Dukung Manajemen Persebaya tentang Kuota Pemain Timnas

Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Persebaya Surabaya meminta PSSI untuk melakukan pembatasan kuota pemain yang dipanggil ke tim nasional. Permintaan dilontarkan lantaran bentrok jadwal pertandingan Timnas dan jadwal pertandingan Persebaya.

Langkah Manajemen ini memicu suporter Persebaya bonek turut mengomentari keputusan PSSI. Sinyo Devara salah satu pentolan Bonek mengatakan, PSSI harus bisa menghargai klub peserta liga. Jadwal yang tidak jelas karena ada agenda tim nasional bermain seharusnya telah ditata antara kompetisi mundur atau libur.

“PSSI harus bisa menghargai klub peserta liga. Semua tentang jadwal yang tidak jelas. Ketika agenda timnas main harusnya jadwal liga mundur atau libur sementara, biar sama-sama enak klub dan timnas tidak ada yang dirugikan,” ungkap Sinyo, Selasa (1/2/2022).

Lebih lanjut dikatakan oleh Sinyo, Federasi harus memiliki kebijakan atau peraturan terkait jumlah pemain yang dipanggil atau ada pembatasan kuota pemain yang dipanggil dalam setiap klub. Jika metode ini tidak dilakukan, cepat atau lambat klub liga kasta tertinggi di Indonesia jelas akan rugi. Apalagi Persebaya salah satu tim papan atas di klasemen.

“Harus ada kebijakan atau peraturan terkait kuota pemain, maksimal dua atau tiga pemain yang diberikan bergabung dengan timnas Indonesia. Jika tidak dilakukan, klub jelas rugi, apalagi Persebaya pada jalur papan atas yang punya kans juara,” imbuhnya.

Sebelumnya Persebaya Surabaya meminta PSSI untuk melakukan pembatasan kuota pemain ke tim nasional. Bajol Ijo menuntut setiap klub mengirimkan maksimal dua pemain untuk Tim Merah Putih di satu event. Permintaan itu secara resmi telah dikirim manajemen Persebaya ke PSSI Senin (31/1/2022).

Permintaan itu terkait gelara Piala AFF U-23 bulan depan di Kamboja. Ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan Persebaya mengajukan kuota maksimal. Pertama, pelaksanaan Piala AFF U-23 bersamaan dengan jadwal kompetisi BRI Liga 1 yang saat ini digelar di Bali. [way/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar