Iklan Banner Sukun
Olahraga

Berstatus Debutan, Sambo Persembahkan Emas dan Perak untuk Kota Malang

Atlet Persambi Kota Malang meraih medali emas, Tomi Arya.

 

Malang (beritajatim.com) – Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kota Malang menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII.

Dari 4 atlet yang mereka kirim 3 diantaranya menyumbangkan medali untuk Kota Malang. 1 emas dan 2 perak. Empat atlet ini adalah, Tomi Arya kategori Combat 64 kilogram peraih medali emas, Dimas Roni Siahaan tampil di kategori Combat 53 kilogram peraih medali perak, dan M Raffi Abriliant kategori Combat 58 kilogram peraih medali perak.

Sementara, atlet wanita Kota Malang dari cabor Sambo yakni Aulia Sabrina kategori Sport Sambo 59 kilogram belum beruntung karena harus gagal di semifinal melawan atlet Sambo dan Judo Nasional Nadhifa Aprilia Zahra asal Surabaya pada ajang multieven paling bergengsi di Jatim ini.

“Tentu saya senang karena bisa membanggakan orangtua,  khususnya Kota Malang. Apalagi lawan yang dihadapi cukup berat di final. Lawan saya dari Pasuruan memang atlet pro MMA. Tetapi allhamdulilah saya dapat emas,” kata Tomi Arya, Sabtu, (2/7/2022).

Dimas Roni di kategori Combat 53 kilogram juga terpaksa harus puas dengan membawa pulang medali perak. Dia melawan atlet tuan rumah, Lumajang.

Dimas mengaku kecewa karena kegagalan dia membawa emas ke Kota Malang lantaran wasit kurang jeli dalam mengambil keputusan. Beberapa momen yang seharusnya dihitung poin justru dihentikan oleh pengadil lapangan.

“Final yang berat, ketemu Lumajang, dan ada beberapa kesalahan non teknis. Contohnya, waktu kuncian sama posisi, biasanya ada waktunya untuk kita dapat poin. Seharusnya, saya diberi waktu hingga 20 detik untuk melakukan posisi dan kuncian. Poinnya 2.  Ini baru 5 detik sudah dihentikan,” beber Dimas.

Sementara atlet peraih perak lainnya adalah, M Raffi Abriliant kategori Combat 58 kilogram gagal meraih medali emas karena kelelahan.

Di babak final ia menghadapi Pasuruan di dengan kondisi rahang sakit dan mimisan saat di babak semifinal. Tetapi Raffi tetap menunjukkan semangat juang tinggi demi mempersembahkan medali untuk Kota Malang.

“Ketemu Pasuruan memang lawan berat. Perjuanganya cukup berat, rahang sakit, mimisan juga tadi semifinal. Hingga saat masuk final sudah kelelahan stamina sudah habis. Akhirnya dapat perak,” imbuh Raffi.

Ketua Persambi Kota Malang Fairouz Huda menyebut prestasi yang diraih oleh atlet Sambo Kota Malang cukup membanggakan. Sebab, selain sebagai debutan Persambi Kota Malang juga baru saja terbentuk di awal 2022.

Dengan persiapan hanya 2 bulan, 4 atlet yang mereka kirim mampu menyumbang 1 emas dan 2 perak untuk Kota Malang. “Yang jelas ini sangat membanggakan, karena kita tahu Persambi baru lahir tidak sampai satu tahun. Dan allhamdulilah terlibat Porprov teman-teman cuma punya waktu 2 bulan dan mengirim 4 atlet. Ini sangat membagakan bagi Persambi dan ini kami persembahkan untuk masyarakat Kota Malang, khususnya kepada pengurus KONI Kota Malang,” tutur Fairouz.

Fairouz mengatakan, bahwa peran KONI Kota Malang yang terus memfasilitasi Persambi membuat pengurus, pelatih dan atlet semakin terpacu membuktikan diri di tengah keterbatasan. Semuanya yang tampil pada ajang Porprov terus menjaga semangat, kekompakan dan mempersatukan emosional atas nama Kota Malang. Dia berharap sambo sebagai olahraga baru terus mendapat perhatian dan support dari KONI, Pemerintah Kota Malang dan tentu warga Kota Malang.

“Ke depan kami akan lakukan pembibitan atlet. Banyak masyarakat yang tidak tahu tentang sambo. Perlu sosialisasi yang maksimal bahwa di Kota Malang ada cabor Sambo. Kami berharap potensi atlet Kota Malang bisa kita wadahi dan kita gembleng untuk meraih prestasi bersama Persambi Kota Malang. Tentu ini butuh support dari KONI, Pemkot Malang, pihak swasta dan masyarakat,” tandasnya. (luc/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar