Olahraga

Berni Boikot Total Persid Jember

Suporter Berni saat merayakan HUT pendirian kelompok tersebut beberapa waktu lalu

Jember (beritajatim.com) – Insiden dalam pertandingan Persid Jember melawan PSIL di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (25/8/2019) berbuntut panjang. Kelompok suporter Berni (Jember Brani) akan memboikot semua laga Persid dalam kompetisi sepak bola Liga 3 tahun ini.

Hal ini dilontarkan Ketua Umum Berni Agus Rizki, Senin (26/8/2019). “Martabat Berni tidak boleh diremehkan oleh siapapun. Berni adalah identitas,” katanya.

Agus kecewa dengan pernyataan pemain belakang Persid Jerry Rivan Perdana saat terlibat keributan dengan seorang suporter dari Berni. Keributan terjadi saat seorang suporter Berni masuk ke dalam lapangan pada babak kedua.

Muche Muhammad, capo Curva Sud Berni mengatakan, suporter sebenarnya hendak memprotes wasit. Namun oknum suporter itu justru berhadapan dengan Jerry. “Jerry mencekik leher suporter. Lalu Jerry bicara: pemain tidak butuh suporter,” kata Muche.

Ini yang membuat Agus geram. “Di Indonesia bahkan Mungkin di dunia , sepertinya ini dia satu-satunya pemain bola yang tidak butuh suporter,” katanya.

Sebenarnya Berni sudah memboikot Persid khusus untuk laga kandang. Aksi boikot dilakukan sebagai tanda protes terhadap Yayasan Persid Jember terkait hak kepemilikan atas Persid secara hukum. Berni menuntut agar yayasan dibubarkan dan Persid kembali ke tangan bupati.

Boikot tak berlaku saat tandang. “Dalam rapat bersama (dulu), kami semua sepakat menghargai kiprah pemain Persid sehingga laga away ke mana pun dan dalam situasi apapun, kami tetap berangkat untuk mendukungnya,” kata Agus.

Namun keputusan berubah setelah insiden di Lumajang. “Demi martabat dan kehormatan identitas, maka saya serukan kepada semua teman-teman pengurus, para senior, dan para Berni-Bernina agae tidak lagi melanjutkan dukungannya, baik home maupun away,” kata Agus.

Aksi boikot akan berlanjut sampai ada kejelasan soal hak kepemilikan Persid secara hukum. “Bukan sekadar pacapa (omong kosong, red),” kata Agus.

Apakah ini berarti aksi boikot bisa berlanjut hingga musim depan? “Kita lihat saja nanti,” kata Agus. [wir/but]

.


Apa Reaksi Anda?

Komentar