Iklan Banner Sukun
Olahraga

Beberapa Alasan Juventus Terpuruk Musim 2021/22, Salah Satunya Tergantung ke Pemain Ini

Ilustrasi Juventus yang sedang tepuruk di musim 2021/22 (Tangkapan Layar Instagram @juventus)

Surabaya (beritajatim.com) – Musim 2021/22 bagi Juventus berakhir tanpa satupun gelar. Kejadian miris ini kembali terjadi setelah terakhir kali Si Nyonya tua mengalami pada tahun 2011. Kesempatan mendapatkan dua kali trofi harus kandas dari tangan klub yang sama, Inter Milan, usai kalah di final Supercoppa dan Coppa Italia.

Di samping itu, Juve juga hampir sama saja gagal mengamankan satu tiket Liga Champions untuk musim depan. Poin di Serie A, Juventus hanya mengemas 70 angka. Tentunya,.prestasi bersama Pirlo musim lalu dianggap lebih baik daripada musim ini bersama Allegri.

Faktor utama yang jadi penyebab Juve terburuk adalah inkonsistensi Sejak awal musim, Juve sudah memperlihatkan ketidakkonsistenannya. Anak asuh Allegri sudah dulu merasakan kalah dari Empoli. Seiring berjalannya musim, lawan-lawan kecil lain seperti Sassuolo, Verona, dan Genoa pun di luar dugaan justru bisa mencuri 3 poin dari Juventus.

Hasilnya, laga seperti itu pun yang membuat mereka binasa sehingga harus rela kehilangan banyak poin. Di saat yang sama, ketidakkonsistenan Juve semakin terlihat ketika duo Milan secara bersamaan sedang bangkit
lagi. Dominasi duo Milan kembali berjaya di musim 2021/22.

Inter Milan yang meraih dua trofi, dan AC Milan mendapat scudetto. Duo Milan seolah paham betul memanfaatkan kondisi Juve yang sedang tidak konsisten. Sehingga Duo Milan secara kompak bersaing memperebutkan scudetto.

Selain itu, faktor lain yang membuat Si Nyonya Tua terpuruk adalah ketergantungan dengan Cristiano Ronaldo. Banyak yang menyebut jika kehadiran Ronaldo membuat tim tidak berkembang. Hal ini justru diungkapkan sebagian pemain Juve sendiri.

Pemain dari Portugal itu dinilai terlalu hebat sehingga menutup kesempatan pemain muda untuk berkembang dalam permainan. Apalagi ego sang mega bintang yang tinggi juga dinilai negatif.

Namun, pada akhirnya Juve harus sadar bahwa keterpurukan mereka karena hengkangnya Cristiano Ronaldo. Musim ini, Juve cuma sanggup mencetak 80 gol, sedangkan musim lalu saat masih ada Ronaldo mampu mencetak 108 gol. Perbandingan produktivitas gol yang jauh sebelum dan setelah hengkangnya CR7. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar