Iklan Banner Sukun
Olahraga

Banyuwangi Putra Belajar dari Kekalahan Melawan PSIL Lumajang

Febrian Sofiandi, asisten pelatih Banyuwangi Putra (tengah). [foto: Panpel Liga 3]

Jember (beritajatim.com) – Kunci kemenangan Banyuwangi Putra atas Persid Jember di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jumat (19/11/2021), adalah saat dikalahkan PSIL Lumajang 3-4 dalam pertandingan kedua kompetisi Liga 3 Zona Jawa Timur Grup J.

“Kami memang banyak belajar dari kekalahan waktu melawan Lumajang. Kami betul-betul mengevaluasi dan kami betul-betul waspada, karena lawan kami adalah Persid Jember, tuan rumah,” kata Febrian Sofiandi, asisten pelatih Banyuwangi Putra.

Febrian memuji permainan Persid. “Jember luar biasa. Mungkin kami lebih fokus dan beruntung, sehingga bisa mencuri gol. Pemain selalu menjalankan instruksi dari pelatih dan saya apresiasi penuh,” katanya.

Dalam pertandingan terakhir, 22 November 2021, Banyuwangi Putra akan menghadapi Persipro 1954 Probolinggo. “Kami mempersiapkan diri di finishing dan recovery pemain. Recovery penting. Setelah menang melawan Singhasari, kami pada posisi terbawah recovery-nya, sehingga mengalami kekalahan dari PSIL. Kemarin kami bisa refreshing, membalikkan situasi dan keadaan pemain. Alhamdulillah, dapat hasil positif,” kata Febrian.

Febrian menyebut kolektivitas tim yang memenangkan Banyuwangi Putra. “Dengan konsentrasi dan disiplin serta kerja keras. Tanpa disiplin dan kerja keras, kami mustahil mendapat hasil seperti ini,” katanya.

Febrian menolak jika dikatakan kemenangan Banyuwangi Putra karena keberuntungan. “Kami banyak belajar,” katanya.

Pertandingan diwarnai dua kartu merah untuk pemain Banyuwangi Putra Maulana Cahya Firdausi dan pemain Persid Figo Sapta Fahrezi. “Ini satu hal yang lumrah. (Liga 3) ini pembinaan dan tensinya tinggi, emosional. Pemain muda identik dengan emosi. Tidak kontrol. Ini Liga 3 pembinaan. Semestinya dikasih peringatan yang lebih keras lagi mengenai aturan di lapangan atau attitude yang menekankan pemain lebih sopan dan lebih bagus dalam menampilkan teknik terbaiknya. Bukan pemain bermain arogan,” kata Febrian. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar