Iklan Banner Sukun
Olahraga

Babak Belur di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Vietnam Didesak Ganti Park Hang-seo

Hanoi (beritajatim.com) – Kekalahan beruntun yang dialami Timnas Vietnam di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, membuat tuntutan mundur kepada pelatih Park Hang-seo semakin kuat.

Satu grup bersama Australia, Jepang, Arab Saudi, Oman dan China, Vietnam belum satu pun meraih poin sehingga menjadi juru kunci klasemen. Bahkan, di laga terakhir yang dijalani, mereka dicukur Australia 4-0 di Stadion Rectangular, Melbourne.

Mantan direktur teknik klub Liga Vietnam, Binh Dinh FC, Jernej Kamensek menilai, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) harus segera mengganti Park Hang-seo. Pasalnya, pelatih asal Korea Selatan itu sudah empat tahun menjadi pelatih The Golden Star. Kini, tim nasional perlu perubahan dengan kedatangan juru taktik anyar, apalagi di Piala AFF 2020 lalu mereka juga gugur di semifinal.

“Ini benar-benar kacau. Menendang seluruh permainan tanpa bola. Ini akibat pelatih Park Hang-seo tidak mengalami perubahan besar, dari pemain hingga cara bermain. Empat tahun Bekerja di Vietnam. Level tim hanyalah satu wajah,” ujar Jernej Kamensek dilansir dari Soha.vn.

“Saya pikir sudah waktunya bagi Dewan Direksi VFF untuk duduk bersama, menilai situasi dan menemukan solusi. Tim Vietnam telah mencapai puncak di bawah pemerintahan Tuan Park, dan sekarang sedang menurun. di sisi lain dari lereng. Semua telah mencapai puncaknya. Jika saya memutuskan, saya akan berubah.”

“Timnas Vietnam membutuhkan penyegaran, dengan ide-ide baru. Lantas siapa yang cocok untuk dipilih VFF sebagai penerus Mr. Park? Pasti seseorang yang memiliki pengetahuan tentang sepak bola Asia Tenggara, tentang perkembangan Vietnam selama 20 tahun terakhir,” tuturnya menambahkan.

Sementara desas-desusnya, VFF dikabarkan tengah mendekati Kim Gil-sik yang tak lain adalah eks Pelatih Asnawi Mangkualam di Ansan Greeners sebagai pengganti Park Hang-seo.

Namun sayangnya, secara mengejutkan Kim Gil-sik menolak tawaran tersebut. Ia menyatakan ingin meraih kesuksesan di Korea Selatan terlebih dahulu sebelum mengambil tawaran di luar negeri. “Saya tak bisa tidur saat mendapatkan tawaran tersebut. Saya juga merasa bangga bisa mendapatkan tawaran untuk memimpin salah satu tim terkuat di Asia Tenggara,” ujar Kim Gil-sik dilansir dari Spochoo.

“Saya secara sopan menolak tawaran untuk memimpin Vietnam U-23. Saya ingin lebih dulu dikenal di Korea Selatan,” ucapnya menambahkan. [kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar