Iklan Banner Sukun
Olahraga

Atlet Taekwondo ITN Malang Sabet 2 Emas dan 3 Perak di Kejurprov Jatim

Malang (beritajatim.com) – Atlet Taekwondo Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berhasil menyabet lima medali dalam Kejuaraan Taekwondo se-Jawa Timur 2022. Rinciannya, dua medali emas dan tiga perak dibawa pulang.

Kejuaraan yang diikuti ribuan peserta dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi itu berlangsung di Ekspresi Poesponegoro (WEP), Kabupaten Gresik pada 15-19 September 2022 lalu.

Dua atlet peraih emas adalah Bernika Natasya Ifada (Teknik Geodesi) di kategori Kyorugi Female U73, dan Maria Flaviana Magwan (Teknik Geodesi) kategori Kyorugi Female U62. Sementara medali perak diraih oleh Rafael Alexandro Djawa Nuwa (Teknik Sipil) di kategori Kyorugi Male U54, Vincentius A Paulo Adhitiya Eka Darmawan (Teknik Elektro) kategori Kyorugi Male O+87, dan Ani Pitriya Rizki (Teknik Informatika) pada kategori Kyorugi Female U57.

Maria Flaviana Magwan menjelaskan prosesnya sebelum meraih medali emas. Dia bercerita sudah lama ingin mendalami bela diri Taekwondo.

“Semenjak sekolah sebenarnya pengen masuk taekwondo. Tapi tidak ada ekstra taekwondo. Jadi, waktu kuliah ada UKM Taekwondo langsung saya bergabung,” ujar mahasiswa asal NTT tersebut dilansir dari Humas ITN Malang, Rabu (29/09/2022)

Bagi mahasiswa yang akrab disapa Alda Kejurprov Taekwondo Antar Pelajar untuk ajang meningkatkan prestasi. Dengan selisih perolehan poin jauh dari lawan, dia bersyukur, karena bisa naik. Sebab pada kompetisi Bulan Maret 2022 di Banten lalu dia hanya mampu meraih perak.

“Senang ya bisa dapat emas. Waktu final selisih poinnya cukup jauh, 29 vs 4 poin untuk lawan,” ucapnya.

Sementara itu, Rafael Alexandro Djawa Nuwa, Kejurprov jadi ajang pertama baginya. Bahkan saat final mahasiswa dia sempat turun stamina juga grogi di ronde pertama.

“Karena kecapekan mungkin ya. Jadi, stamina sempat turun di akhir ronde kedua. Waktu final selisih poin saya sebenarnya tipis. Poin 25 VS 29 untuk lawan. Pas ronde awal terlalu grogi, sehingga sulit mengatur pernafasan,” terangnya.

Atlet taekwondo yang sangat berhati-hati bertanding dari sekian atlet ITN Malang adalah Vincentius A Paulo Adhitiya Eka Darmawan. Dia sedang berada pada dalam kondisi terpasang pen akibat kecelakaan beberapa bulan lalu. Kondisi ini yang membuat dirinya tidak maksimal bertanding.

“Mestinya belum boleh ikut kejuaraan. Tapi saya nekat. Waktu tanding sempat kena pukul meskipun tidak terlalu keras. Karena saya sering menjauhkan pundak saya, jadinya lawan tahu kelemahan saya. Dia mengincar dan menyerang ke arah situ terus,” cerita mahasiswa yang semester 5 tersebut.

Peraih medali emas lainnya adalah Bernika Natasya Ifada, Kyorugi Female U73. Prestasi itu bukan yang pertama baginya, sebab Selama di ITN Malang sudah dari 10 medali ia kumpulkan. Di final, Tasya sapaanya, melawan atlet dari Universitas Brawijaya, dan perolehan poinnya cukup jauh.

“Kemarin sempat kenalan dengan lawan. Untuk poinnya sendiri 31 vs 6 bagi lawan,” ujarnya.

Sebagai senior, dia berharap UKM Taekwondo ITN Malang terus membudayakan kompetisi Kyorugi tersebut. “Semoga ke depan UKM Taekwondo lebih banyak generasi barunya. Di kejuaraan selanjutnya dapat hasil yang lebih baik. Dan, jangan sampai putus tengah jalan,” imbuhnya. [dan/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar