Olahraga

Atlet Mahasiswa Terbentur Jam Kuliah dan Pendanaan

Jember (beritajatim.com) – Jawa Timur tak pernah kehabisan talenta atlet mahasiswa. Namun para atlet itu terkendala jam kuliah dan pendanaan.

Hal ini dikemukakan Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Jawa Timur Muarifin. Menurutnya, atlet mahasiswa membutuhkan waktu berlatih yang cukup. “Sayangnya latihan ini seringkali berbenturan dengan jam kuliah,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Universitas Jember di Kabupaten Jember, Rabu (3/4/2019).

Mu’arifin mengusulkan agar atlet mahasiswa diberikan keleluasaan berlatih dengan cara diber dispensasi. “Prestasinya diakui layaknya prestasi di bidang lainnya,” kata dosen pendidikan jasmani dan keolahragaan ini.

Problem lainnya adalah pendanaan pembinaan atlet kampus dan pembiayaan bagi atlet kampus saat berlaga di berbagai kejuaraan. Terbatasnya dana selalu menjadi masalah klasik bagi atlet mahasiswa untuk berprestasi.

Bapomi sudah berusaha mengatasi permasalahan dana dengan cara menjalin kerjasama dengan segenap pemangku kepentingan olahraga di Jawa Timur. Mu’arifin mengingatkan, atlet yang berstatus mahasiswa adalah aset Jawa Timur. “Pembinaannya wajib menjadi tanggung jawab semua pihak,” tuturnya.

Setiap kali seleksi atlet mahasiswa menuju Pekan Olahraga Nasional dibuka, maka pesertanya selalu melebihi target. “Jadi masalahnya lebih banyak pada masalah non teknis, untuk itu kita di Bapomi akan fokus membenahi masalah ini,” kata Mu’arifin. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar