Olahraga

Askab Tak Pernah Izinkan Pertandingan Sepak Bola yang Rusuh di Jember

Jember (beritajatim.com) – Asosiasi Sepak Bola PSSI Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak pernah memberikan izin atas penyelenggaraan eksebisi yang berujung rusuh, di lapangan Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (17/11/202) sore.

“PSSI tidak pernah mengeluarkan rekomendasi semua even turnamen selama masa pandemi, baik untuk sepak bola maupun futsal, karena masih dalam larangan pemerintah,” kata Ketua Askab PSSI Jember Sutikno, Rabu (18/11/2020).

Sutikno mengatakan, jika ada yang tetap menyelenggarakan, PSSI tidak dalam kapasitas memberikan izin atau melarang. “Saya dengar memang pertandingan itu rusuh. Tapi kami tidak bisa memberi sanksi apa-apa, karena panitia pelaksana dari masyarakat umum. Kami juga tidak tahu siapa,” katanya. Jika ada dugaan tindak pidana dalam penyelenggaraan pertandingan di Antirogo itu, dia menyarankan, agar dilaporkan ke aparat kepolisian.

Askab PSSI Jember ke depan akan menertibkan kepanitiaan pertandingan-pertandingan lokal. “Saya akan buat sistem seperti di Kabupaten Lumajang, panitia berasal dari pengurus klub internal anggota Askab PSSI Jember,” kata Sutikno.

Dengan panitia berasal dari pengurus klub internal, PSSI Jember bisa menjatuhkan sanksi kalau ada kesalahan. “Kalau masyarakat umum kan bukan kapasitas kami (menjatuhkan sanksi),” kata Sutikno.

Dalam waktu dekat, PSSI Jember akan menggelar kongres dan hal ini menjadi salah satu agenda pembicaraan. Sutikno ingin meniru Askab PSSI Lumajang yang menggelar pertandingan sepak bola pembinaan kelompok usia.

Sebagaimana diberitakan, pertandingan eksibisi kelas kampung antara Predator FC melawan Bedadung FC, di lapangan Kelurahan Antirogo berakhir rusuh. Dua tim ini diperkuat pemain-pemain sepak bola profesional yang selama ini bermain di Liga 1 dan Liga 2.

Kerusuhan terjadi sekitar lima menit menjelang pertandingan usai di bawah hujan lebat. Saat itu, Predator unggul 2-0 atas Bedadung. Penonton baku pukul. Bahkan seorang pemain Arema, Rizky Dwi Febrianto, kena pukul. Rizky dan kakaknya yang berstatus pemain PSM Makassar, Bayu Gatra, memperkuat Predator FC, tim dadakan yang terdiri atas pemain-pemain profesional asli Jember.

“Itu sebenarnya acaranya bertajuk latihan bersama. Saya diundang meramaikan. Saya juga tidak dapat apa-apa. Saya dibilang suruh meramaikan saja, buat menghibur masyarakat, karena lama tidak ada pertandingan,” kata Bayu. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar