Iklan Banner Sukun
Olahraga

Askab Jember Berharap KONI dan Manajer Somasi PP

Jember (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia dan manajer tim sepak bola Kabupaten Jember diharapkan agar menyomasi pengawas pertandingan saat tim itu melawan Kabupaten Kediri, dalam prakualifikasi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur.

Harapan ini diungkapkan Ketua Asosiasi Sepak Bola PSSI Kabupaten Jember, Sutikno, Sabtu (9/3/2019). “PP harusnya bertanggungjawab mengecek segala sesuatunya sebelum pertandingan,” katanya.

Gara-gara PP tidak teliti, tim Jember terancam tidak lolos kualifikasi sepak bola Porprov Jatim, kendati menjadi juara Grup B. Dalam pertandingan terakhir melawan Kediri, Senin (4/3/2019), pemain Jember Riski Iswantur memakai nomor punggung tak sesuai dengan daftar susunan pemain resmi. Riski bermain memakai nomor punggung 16. Sementara dalam DSP, ia terdaftar bernomor punggung 18.

Saat itu pada menit 83, Riski masuk ke lapangan menggantikan M. Kevi Syahertian. Jember unggul 3-0 hingga akhir pertandingan.

Setelah pertandingan berakhir, tim Kediri mengajukan protes terhadap ketidaksamaan nomor punggung Riski. Protes itu pun direspons Asosiasi Sepak Bola Provinsi Jatim. Jember dikenai sanksi dinyatakan kalah 0-3 dari Kediri dan mendapat pengurangan tiga poin.

Sutikno mempertanyakan pengawas pertandingan yang mengizinkan adanya pergantian pemain jika memang ada kesalahan nomor punggung. “PP seharusnya mengoreksi,” katanya.

Manajer tim Adi Purnomo sudah mengajukan banding ke Asprov PSSI Jatim. “Permasalahan di sini adalah kesalahan administrasi penulisan nomor punggung,” demikian pernyataan surat banding.

“Sebelum pertandingan dimulai seharusnya pengawas pertandingan dan wasit cadangan mengecek dulu semua pemain dalam daftar susunan pemain, sehingga bisa mencocokan nama pemain dengan nomor punggungnya.
Hal tersebut tidak dilakukan oleh pengawas pertandingan maupun wasit cadanga, sehingga tidak mengetahui kekeliruan.”

Adi meminta agar sanksi untuk Jember dibatalkan. Ini karena pemain yang mengalami kekeliruan nomor punggung adalah pemain sah menurut ketentuan Asprov PSSI Jatim. Riski Iswantur juga bukan pemain yang tidak memberikan data yang palsu dan bukan pencuri umur.

Riski juga tercantum sebagai pemain sah dalam daftar pemain, tidak dalam status hukuman, dan bukan pemain pengganti keempat. (wir/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar