Iklan Banner Sukun
Olahraga

Arsenal Sempat Alami Performa Hancur Di Awal Musim, Ini Alasannya

Twitter @Arsenal

Surabaya (beritajatim.com)Tidak ada yang memprediksi jika Arsenal kalah secara mengejutkan dari tim promosi, Brentford dengan skor dua gol tanpa balas. Belum selesai disitu, Arsenal pun menelan kekalahan besar saat menjamu Man. City dengan skor 5-0.

Anehnya pendukung Arsenal yang saat itu menonton di Etihad Stadium justru bertepuk tangan ketika Man. City mampu membobol gawang Arsenal. Kejadian itu disebabkan karena performa buruk Arsenal awal musim English Premier League 2021/22.

Beberapa hal yang menyebabkan performa hancur The Gunners diawali dari kebijakan transfer yang kurang baik. Fakta yang ada memperlihatkan jika Arsenal merupakan klub paling banyak menggelontorkan sejumlah uang musim ini untuk membeli pemain. Bahkan dilansir dari transfermarkt total biaya yang Arsenal habiskan yaitu sekitar 165 juta euro hanya untuk 6 pemain.

Hal yang membuat heran yaitu pemain yang dibeli tidak memiliki nama mentereng ataupun maupun prestasi gemilang. Misalnya seperti Ben White yang dibeli dengan harga 50 juta poundsterling.

Pemain yang dibeli Arsenal berbanding terbalik dengan pemain yang pergi dari Arsenal. The Gunners hanya mendapatkan 29,4 juta euro dan itu hanya dari satu pemain, yaitu Joe Willock yang hengkang ke Newcastle. Sisanya dipinjamkan dan ada yang berstatus bebas transfer seperti Willian. Sementara nama seperti David Luiz, Hector Bellerin, Lucas Torreira, William Saliba, dan Dani Ceballos sudah dilepas dengan status dipinjamkan, bebas transfer, dan telah habis masa peminjaman.

Faktor lain yang jadi penyebab performa buruk tim asal kota London adalah motivasi

bermain. Menurut mantan pemain Arsenal, Emmanuel Petit sebagaimana dilansir dari premierleague.com. Faktor yang membuat Arsenal terlihat hancur musim ini karena tidak adanya semangat maupun emosi yang diperlihatkan oleh para pemain.

Hal ini terbukti saat Arsenal dipermalukan Brentford dan dihancurkan Man. City.

“Perlahan saya mulai kehilangan minat pada Arsenal. Melihat cara bermain seperti itu, tidak ada emosi yang diperlihatkan ketika bermain,” terang Petit.

The Gunners saat ini juga dinilai butuh butuh pemimpin yang bagus di lapangan hijau. Piers Morgan adalah orang yang turut mengkritik Arsenal di luar aspek permainan, lebih tepatnya tentang kepemimpinan. Menurutnya, kepemimpinan di klub Arsenal sangat buruk. Tidak hanya level pemain, tetapi juga kepemimpinan di dewan klub The Gunners.

Beruntung bagi Arsenal, usai terpuruk pada dasar klasemen sementara EPL mereka merangkak naik. Usai tiga pertandingan berturut-turut mampu mengoleksi kemenangan. Mungkin berkat masukan dan kritik dari luar, Arsenal pun mulai berbenah. [dan/esd]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar