Olahraga

Aremania Menggugat Sebut Kejati Ingin Polisi Tambah Tersangka Baru Tragedi Kanjuruhan

Tim Advokasi Bantuan Hukum Aremania Menggugat.

Malang (beritajatim.com) – Ketua Tim Advokasi Bantuan Hukum Aremania Menggugat, Djoko Tritjahjana mengaku telah berkoordinasi dengan Aspidum Kejati Jatim yakni Sofyan Selle. Hasilnya segala rekomendasi Aremania Menggugat dalam kasus hukum Tragedi Kanjuruhan turut disepakati Kejati.

Salah satu rekomendasi Tim Advokasi Bantuan Hukum Aremania Menggugat adalah meminta dimasukannya pasal kesengajaan yang mengarah pada pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana. Sehingga tidak cukup jika hanya pasal kelalaian.

“Ternyata kajian kami ada keselarasan dengan kejaksaan. Ada sedikit poin penting bahwa perkara di Kanjuruhan itu adalah bukan perkara kelalaian tetapi menggunakan pasal kesengajaan,” ujar Djoko, Selasa, (29/11/2022).

Perlu diketahui selama ini polisi menggunakan Pasal 359 dan/atau Pasal 360 dan/atau Pasal 103 ayat (1) tentang kelalaian dan juncto Pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Ada 6 tersangka dalam kasus ini, masin-masing Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris, Security Officer Arema FC Suko Sutrisno.  Kabagops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Deputi III Danyon Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

“Kalau pasal kesengajaan pasti dikaji lagi pasal 338 dan 340 KUHP itu bisa terpenuhi tentunya dari kejaksaan juga akan mengkaji ulang. Dan memeriksa ulang jadi pasal kelalaian yang diajukan penyidik menurut kejaksaan ini juga tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Ini bagi kami suatu kejelasan yang positif,” papar Djoko.

Disisi lain, Koordinator Litigasi Aremania Menggugat Yiyesta Ndaru Abadi menegaskan jika nanti petunjuk terkait pasal kesengajaan dan penambahan tersangka tidak terpenuhi maka berkas penyidikan akan dikembalikan oleh Kejati Jatim ke Polda Jatim.

“Tragedi Kanjuruhan adalah adanya unsur kesengajaan. Kejaksaan memberikan petunjuknya untuk dilakukan penambahan tersangka. Jika dua hal ini tidak dipenuhi oleh penyidik kejaksaan akan mengembalikan ke penyidik untuk dilakukan penyempurnaan,” tandas Yiyesta. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar