Iklan Banner Sukun
Olahraga

Aremania Dilarang ‘Misuh’, Saatnya Tunjukkan Kreatifitas di Piala Presiden

Dirijen Curva Sud Arema, Yonesa. (Instagram Yonesa)

Malang (beritajatim.com) – Aremania menyuarakan untuk tidak menyanyikan lagu bernada ujaran kebencian atau misuh. Momen Piala Presiden 2022 akan dijadikan sebagai ajang kembali menunjukan kreatifitas mereka dengan koreografi maupun yel-yel tanpa ditambahi kata-kata misuh.

Dirijen Curva Sud Arema, Yonesa menganggap tambahan kalimat misuh justru merusak kesakralan lagu Aremania. Dia mengajak Aremania untuk berhenti menyanyikan lagu ujaran kebencian. Stadion Kanjuruhan harus menjadi tempat yang nyaman bagi suporter semua golongan mulai anak kecil, dewasa hingga para orangtua.

“Chant rasis atau misuh (ujaran kebencian) itu menodai kesakralan lagu Aremania. Kasihan juga para orang tua yang menonton pertandingan bersama anak-anak kecil, bisa memberikan image negatif bila sampai didengar adik-adik kita Aremania,” kata Yonesa, Sabtu (11/6/2022).

Bahkan Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana juga menyuarakan hal serupa. Aremania sebagai salah satu basis suporter yang besar sudah saatnya kembali menunjukan jati dirinya sebagai barometer suporter tanah air.

“Saya mengapresiasi Presiden Arema sudah peduli dan mau mengingatkan perihal chant rasis yang kemarin terdengar di pertandingan. Semoga ini menjadi introspeksi dan evaluasi buat kawan-kawan di tribun untuk menjadi lebih baik kedepannya,” imbuhnya.

Sebagai contoh, dirinya saat sebelum naik ke atas podium dirijen selalu mengingatkan Aremania lainnya untuk tidak menambahkan lirik lagu dengan kata-kata misuh. Jika nada-nada ujaran kebencian terdengar dia langsung memberikan komando untuk mengganti chant lain agar tidak lagi terdengar kata-kata misuh.

“Kalau di tribun selatan, saat pertama saya naik andang (podium) dirijen sebelum clap saya berorasi atau memberikan imbauan ke tribun untuk tidak menyanyikan chant rasis (ujaran kebencian). Jika ada nyanyian rasis saya langsung menghentikan chant tersebut dan berganti ke chant yang lainnya. Saling mengingatkan sesama Aremania perlu, untuk meminimalisir chant rasis dinyanyikan saat pertandingan berlangsung,” ujarnya.

Selain itu, dia mengapresiasi ajakan Aremania untuk mulai berhenti menyanyikan kalimat misuh dengan ide kreatif. Dalam laga pembuka kontra PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, (11/6/2022). Aremania membuat gerakan satu suporter satu bendera merah putih. Hal ini untuk memupuk semangata persatuan dan nasionalisme suporter.

“Ini ide bagus dan kami mengapresiasi. Kreatifitas tersebut bisa menjadi titik awal Aremania untuk lebih atraktif lagi saat mendukung kebanggaan Arema FC. Semoga dukungan luar biasa dari Aremania menambah semangat juang pemain yang berlaga dilapangan. Harapan saya Arema bisa membawa pulang kembali Piala Presiden ke Malang,” tandasnya. [luc/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar