Olahraga

Arema FC Bayar Gaji Pemain Sebesar 25 Persen, Sesuai Saran PSSI

Pemain Arema FC Oh Inkyun saat merebut bola.

Malang (beritajatim.com) – Imbas dari pandemi virus corona Covid-19 membuat Liga 1 harus ditunda atau dihentikan sementara. Klub kontestan Liga 1 tentu dirugikan atas keputusan ini. Namun situasi saat ini merupakan force majeure, harus menerimanya.

Kerugian yang dialami tentu klub tidak memiliki pemasukan dari hak siar penonton dan tiket pertandingan. Menyikapi persoalan itu, PSSI mengeluarkan Surat Keputusan bernomor SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020. PSSK mengizinkan klub membayarkan gaji pemain dan stafnya hanya 25 persen dari nilai kontrak awal selama masa darurat.

General manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan, pihaknya akan tunduk dengan aturan PSSI. Dia menjamin gaji di bulan April, Mei dan Juni tidak akan di bawah 25 persen. Gaji akan diterima sesuai keputusan PSSI sebesar 25 persen.

“Kalau dipikir rugi, semua pasti rugi. Karena memang kompetisi tidak berjalan. Tapi manajemen berkomitmen membayar gaji pemain sebesar 25 persen dari kontrak awal,” ujar Ruddy, Senin, (6/4/2020).

Selain itu, beruntung bagi Arema FC meski kompetisi dihentikan sementara sponsor yang menjalin kerjasama sejak awal musim tidak memutus kontrak. Sponsor tetap pada komitmen awal, hanya saja pembayaran mengikuti Liga 1 bergulir. Saat ini yang bisa dilakukan manajemen adalah mencarikan dana untuk membayar gaji pemain, pelatih dan staff klub selama tiga bulan.

“Kalau sponsor memang tetap pada komitmen. Tetapi ya untuk pembayarannya mengikuti Liga bergulir,” tandasnya. (Luc)





Apa Reaksi Anda?

Komentar