Olahraga

AQ: Mau Nangis Rasanya Melihat SGRP

Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi sangat menyayangkan keberadaan beberapa kendaraan yang terparkir di rumput lapangan Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Selasa (19/3/2019) kemarin.

Kondisi tersebut membuatnya angkat bicara dengan memberikan komentar, sekaligus meluruskan berbagai hal yang mulai viral dan menjadi perbincangan para netizen di berbagai jejaring media sosial (medsos).

Terlebih dalam berbagai komentar yang cenderung tendensius, sekaligus menjadi pembenaran terhadap apa yang mereka komentari. Sehingga sangat penting dirinya juga memberikan komentar resmi seputar peristiwa tersebut.

Kendaraan rombongan giat Istighasah Kubro parkir di depan gawang SGRP Pamekasan, Selasa (19/3/2019) kemarin.

“Mau menangis rasanya saya melihat SGRP, banyak hal yang kami lakukan untuk kemegahan SGRP,” kata Achsanul Qosasi, berdasar rilis yang diterima beritajatim.com, Rabu (20/3/2019).

Dalam rilis tersebut, ia juga menyampaikan proses perbaikan rumput lapangan saat baru diresmikan harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 250 juta. Belum lagi pemasangan AC, pemotongan pagar hingga rehab ruang ganti pemain dan bench yang menelan biaya sebesar Rp 1,5 miliar.

“Semuanya kami biayai tanpa (menggunakan) uang APBD, demi sepakbola sebagaimana fungsi stadion. Sedih karena lapangan ada tenda, mobil seenaknya parkir dan berjalan di atas lapangan dengan jumlah yang relatif banyak. Ini menunjukkan bahwa kita belum satu visi dalam memaknai stadion dan fungsinya,” sambung pria yang akrab disapa AQ.

Tidak hanya itu, AQ juga membandingkan jika stadion lain ada yang dijadikan berbagai arena berbagai event dalam skala besar. “GBK (Gelora Bung Karno) juga pernah dipakai konser, tapi rumputnya ditutup kayu dan terpal serta dilindungi dari injakan langsung dan tidak ada mobil melintasi lapangan,” jelasnya.

“Rumput SGRP itu sejenis dengan rumput GBK, itu rumput termahal untuk stadion sepakbola. (Tapi) stadion ini milik pemda (Pamekasan) dan memang terserah pemda. Kita tidak bisa apa-apa, walaupun sudah turut keluar uang untuk menjaga, memperbaiki dan membiayai perlengkapan yang kurang agar lebih sempurna untuk sepakbola,” bebernya.

Dari itu pihaknya berharap kondisi tersebut bisa segera teratasi, sehingga bisa kembali digunakan untuk berbagai pertandingan dalam skala nasional. “Semoga segera diperbaiki dan pulih dalam waktu dekat,” harapnya.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, saat ini kondisi lapangan sudah tampak seperti sedia kala. Para panitia pelaksana Istighasah Kubro bekerja maksimal membersihkan tumpukan sampah yang berserakan di area lapangan.

Termasuk juga dukungan dari sejumlah jajaran personil Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Pamekasan, yang bekerja keras melakukan levelling sekaligus membersihkan area stadion yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar