Olahraga

AQ: Jika Menyangkut Prinsip, Madura Memang Keras

Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi angkat suara seputar rencana induk tertinggi sepakbola tanah air (PSSI) yang bersikukuh melanjutkan kompetisi di tengah pandemi virus corona alias Covid-19.

Bahkan beberapa alasan juga disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochammad Irawan. Khususnya saat tampil dalam Web Seminar bertopik ‘Sepak Bola Nasional Pasca Covid-19: Sudah Siapkah Kompetisi Kembali Bergulir?’ yang digelar Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Sekolah Kajian Stratejik Global Universitas Indonesia, Kamis (11/6/2020) kemarin.

Beberapa alasan tersebut di antaranya tetap menggelar kompetisi dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, terlebih menyusul adanya wacana masa ‘New Normal’ atau hidup berdampingan dengan Covid-19. Alasan lainnya di antaranya untuk memberikan atmosfer kompetisi, terutama untuk pemain timnas U-19 yang akan berlaga pada dua ajang berbeda, yakni Piala AFC U-19 dan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

Situasi tersebut memunculkan sikap tersendiri dari para pecinta sepakbola tanah air, khususnya dari Achsanul Qosasi yang menuliskan status dengan pernyataan cukup rasional yang dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya.

“Jangan Korbankan Prinsip Dasar dalam Kompetisi, PSSI (katanya) mau mutar (menggulirkan) Liga 1 dan Liga 2, jangan lupa Liga 3 harus diputar juga lho. Kira-kira melanggar prinsip sepakbola atau tidak, mari kita bahas satu-satu,” kata AQ, dikutip dari medsos pribadinya, Jum’at (12/6/2020).

Bahkan dalam pernyataan tersebut, AQ juga menegskan seputar prinsip yang selalu dipegang teguh sebagai bentuk sikap dan komitmen. “Jika sudah menyangkut prinsip, Madura memang keras. Tapi kami taat aturan dan bukan asal main bola, mudah-mudahan bermanfaat,” tegasnya. [pin]

Pernyataan Achsanul Qosasi di jejaring media sosial (medsos).

Berikut Pernyataan AQ Soal Rencana PSSI Lanjutkan Kompetisi di Tengah Covid-19:
1. Liga 1 berputar tanpa degradasi, tapi Liga 2 ada promosi. Artinya jumlah kontestan Liga 1 (musim berikutnya) ada 20 klub:
a. Perubahan jumlah klub akan merubah sistem, apa sudah lapor AFC?;
b. Perubahan klub peserta kompetisi diatur oleh statuta karena terkait hak suara;
c. Jumlah peserta setiap kasta liga baru bisa berubah setelah perubahan statuta, tentunya harus lewat kongres PSSI, mau nabrak statuta?;
d. Ada promosi harus ada degradasi, kalau mau ikut Jepang (J-League), mereka degradasi menjadi double di tahun depan. Artinya di tahun 2021 ada klub Liga 1 yang akan degradasi, apakah klub setuju? Yakin akan dilaksanakan? Kalau tidak dilaksanakan apa sanksinya?

2. Liga 2 ada promosi, tapi tidak ada degradasi? Jadi jumlah klubnya sisa 22 klub, lalu mau diisi siapa sisanya? Mau melanggar statuta lagi?
a. Kalau ada promosi, harus ada degradasi. Itulah hakikat kompetisi.
b. Kalau mau ngikutin Jepang degradasi tahun depan, artinya di 2021 ada 10 klub Liga 2 yang akan degradasi, apakah Liga 2 setuju? Yakin akan dilaksanakan? Kalau tidak dilaksanakan apa sanksinya?

3. Liga 3 bagaimana? Kenapa tidak diputar juga sehingga adil untuk bisa ada promosi tanpa ada yang terdegradasi. Ada 800 klub di Liga 3 yang menanti promosi ke Liga 2, dan mereka juga anggota PSSI, punya hak yang sama.

Catatan Penting:
1. Sistem promosi dan degradasi itu satu kesatuan, itulah prinsip dasar sepakbola;
2. Kalau mau ikut Jepang, harus belajar sampai habis. J-League itu bukan tidak ada degradasi, tapi degradasinya berjumlah double pada 2021;
3. Semua negara yang kembali memutar kompetisi, tidak ada tambahan (perubahan) aturan kecuali protokol kesehatan;
4. Kalau PSSI mau putar kompetisi, ya harus ikut aturan. Jangan melanggar statuta dan melanggar prinsip kompetensi;
5. Kalau PSSI hanya ingin kita main bola, silahkan buat turnamen. Klub boleh ikut, boleh juga tidak.

Apa Reaksi Anda?

Komentar