Olahraga

Aksi Boikot Berni Pengaruhi Mental Pemain Persid Jember

Jember (beritajatim.com) – Pemain Persid berharap para suporter fanatik yang tergabung dalam Berni (Jember Brani) bisa kembali datang ke Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mereka ingin mendapat dukungan riuh-rendah dari Berni.

Berni memang absen dalam pertandingan perdana Persid di Liga 3 Zona Jatim Grup E, Jumat (9/8/2019) kemarin. Mereka mengosongkan tribun selatan dan memasang dua spanduk yang menuntut pembubaran Yayasan Persid Jember. Muche Muhammad, salah satu tokoh Berni mengatakan, para suporter melakukan aksi boikot sampai pengelolaan Persid diserahkan kepada bupati.

Persid memang menang 5-1 atas Persebo Muda Bondowoso. “Tapi tanpa kehadiran penonton memang mungkinmempengaruhi mental teman-teman. Mungkin dengan kehadiran Berni pada pertandingan selanjutnya, membuat teman-teman lebih bersemangat lagi,” kata Kapten Persid Iwan Sampurno.

“Saya selaku kapten ingin ke depannya Berni hadir mendampingi tim ini,” kata Iwan. Pertandingan Persid melawan Persebo tempo hari memang hanya disaksikan 468 orang penonton. Mayoritas duduk di tribun barat.

Asisten Pelatih Persid Ansori membenarkan, jika kehadiran Berni penting. “Keinginan anak-anak ini kan ditonton Berni. Ini jadi beban anak-anak. Tapi kami yang penting menampilkan permainan terbaik untuk masyarakat Jember,” katanya.

Iwan sendiri percaya diri Persid akan sukses dalam kompetisi tahun ini. “Kami kompak. Kami selama di dalam dan luar lapangan selalu kompak, pokoknya bagaimana caranya mendapatkan chemistry di pertandingan. Ke depan kami optimistis mendapatkan hasil yang kita harapkan bersama,” katanya.

Sebagai kapten dan pemain senior, Iwan menjadi panutan pemain-pemain Persid lain yang berusia lebih muda dan belum berpengalaman dalam kompetisi Liga 3. “Setiap pemain pemikirannya tidak sama. Harus pintar-pintarnya saya bersama Coach Jainuri dan Coach Ansori agar bagaimana Persid berhasil,” katanya. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar