Iklan Banner Sukun
Olahraga

Adu Bantal, Berawal dari Permain Anak-Anak Menjadi Olahraga Populer di Jepang

(Foto: Tangakapan Layar YouTube, Kanal The Japan News)

Surabaya (beritajatim.com) – Perang bantal merupakan permainan tradisional dari Jepang. Tak hanya sebagai permainan, perang bantal bahkan menjadi suatu kompetisi yang berlangsung setiap tahun.

Kompetisi perang bantal atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan istilah Makura Nage biasanya di adakan di Kota Ito, Jepang. Tak hanya satu atau dua orang saja, tapi sebanyak lusinan orang yang mengikuti kompetisi ini. Melansir dari Oddity central, Sabtu (25/9/2021) Tim tersebut terdiri dari orang-orang segala usia yang bersaing satu sama lain untuk ketenaran dan kekayaan.

Sebelumnya, mereka telah bertarung terlebih dulu dalam acara kualifikasi regional. Tim yang menang akan bertemu di kota nelayan kecil Ito, selatan Tokyo. Mereka yang berada di tempat ini memiliki satu tujuan yang sama yaitu untuk bersaing di Kejuaraan Pertempuran Bantal Seluruh Jepang, serta mendapatkan gelar petarung bantal terbaik Jepang.

Selain sebagai permainan kuno, kompetisi Makura Nage juga terinspirasi dari kebiasaan adu bantal seru yang dilakukan siswa Jepang sebelum tidur saat bepergian ke sekolah. Ini adalah ritual yang dialami oleh banyak orang Jepang, dan di beberapa titik selama tahun-tahun awal mereka.

Suatu hari beberapa dari mereka memutuskan bahwa akan menyenangkan untuk menghidupkan kembali hari-hari itu sebagai bagian dari turnamen kompetitif. Turnamen ini dimulai pada tahun 2013 dan telah diadakan setiap tahun sejak saat itu.

Kompetisi Makura Nage pertama kali dilakukan oleh sekelompok siswa sekolah menengah di Shizuoka. Walaupun termasuk olahraga resmi, namun aturan kompetisi ini terbilang unik dan sederhana. Satu pertandingan diisi oleh dua tim dengan masing-masing lima orang per regunya.

Setiap orang dari mereka mengenakan yukata atau pakaian musim panas tradisional Jepang. Para pemain juga diarahkan untuk berpura-pura tidur di atas futon atau tempat tidur lantai, sampai wasit meniup peluit mereka, memberi isyarat kepada para pemain untuk bangun dan meraih bantal.

Tujuan dari permainan ini adalah untuk memukul lawan main menggunkan bantal agar mereka keluar dari zona yang telah ditentukan. Walaupun kelihatannya sederhana, kompetisi Makura Nage tetap menjadi permainan yang digandrungi karena memiliki ciri khas tersendiri seperti meneriakkan kalimat “Guru akan datang”, sehingga memaksa kedua tim mundur sejenak selama 10 detik untuk mengatur nafas. (rsf/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar