Olahraga

AC Majapahit Kenalkan Manajemen ke Masyarakat di Mojokerto

Manajemen AC Majapahit saat memperkenalkan ke masyarakat Mojokerto di salah satu rumah makan di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang bergulirnya kompetisi Liga 3 Jawa Timur yang akan dimulai bulan Agustus mendatang, untuk kali pertama klub baru Liga 3 di Mojokerto memperkenalkan diri. AC Majapahit memperkenalkan diri kepada masyarakat di Mojokerto, Jumat (11/6/2021).

Presiden Klub AC Majapahit, Raja Sihaan mengatakan, AC Majapahit membeli izin klub sepakbola Jember United yang akuisisi oleh PT Patriots Pamenang Majapahit. Ini menyusul kebijakan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang melarang membentuk tim sepak bola baru di tanah air.

“Saya bersama empat teman, Julianto Simanjuntak, Mandra Widyanto, Rossi Rahardjo,¬†Disyahmain kemudian memindahkan ke Mojokerto. Kenapa Mojokerto? Karena melihat animo sepak bola Mojokerto raya luar biasa. Pak Kadis menyampaikan, jika hampir di seluruh desa di Kabupaten punya lapangan bola dan SSB,” ungkapnya.

Masih kata Presiden Klub, pihaknya sepakat menetapkan AC Majapahit di Mojokerto dan menjadi wadah anak muda Mojokerto khususnya yang hobbby sepak bola. Agar mereka yang berangkat dari Sekolah Sepakat Bola (SSB) bisa melanjutkan mimpi untuk melanjutkan mimpinya di sepak bola sampai Liga 1.

“Ada pro kontrak, ada suka dan duka terkait nama juga. Kepada masyarakat Mojokerto, kasih kami waktu untuk membuktikan jika kami bukan tim asal lewat saja. Dalam 10 tahun kami punya mimpi untuk menjuarai liga di Indonesia. Saya ingin belajar, akan saya aplikasikan semua di AC Majapahit kedepannya meski tidak mudah,” ujarnya.


Menurutnya, semua akan diberikan yang terbaik kepada tim. AC Majapahit tidak hanya sekadar tim tapi juga membina bibit unggul sepak bola di Mojokerto. Pihaknya berharap suporter di Mojokerto agar mendukung AC Majapahit bisa berprestasi dan berkembang mencapai apa yang diinginkan.

Sementara itu, Manajer Klub AC Majapahit, Rossi Rahardjo menambahkan, soal nama AC Majapahit sempat terjadi tarik ulur. “Hasilnya kita sepakati bahwa kami ini generasi tahun 90-an, ya gimana pada waktu itu jagoannya kan AC Milan. Sehingga kita sepakati saja AC, bukan FC,” tuturnya.

Menurutnya FC, lanjut pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini, sudah banyak pakai FC atau pakai united. Komposisi pemain AC Majapahit yakni akan mengusung pemain lokal asli Mojokerto sebanyak 70 persen. Dengan kriteria pemain Liga 3 yaitu kelahiran 1 Januari 1999 sampai 31 Januari 2001.

“Kita sudah sepakat pemain 70 persen dari putera Mojokerto dan lima pemain senior namun kita cukup pakai tiga pemain senior yang berlaga di Liga 3. Karena nantinya yang akan bermain hanya tiga sehingga kami tidak ingin menyia-yiakan slot pemain. Kalau ambil lima tapi yang main cuma tiga kan sayang,” tambahnya.

Sehingga pemain senior di AC Majapahit sebanyak liga orang dari 25 pemain yang akan direktur 19-20 Juni 2021 mendatang. AC Majapahit memasang target yang cukup realistis dapat mencapai kemenangan mutlak hingga lolos tahap regional yakni bisa lolos Liga 3 Jatim hingga regional.

“Kami nggak mau muluk-muluk yang pasti lolos regional dari Jawa Timur. Kalau misalnya bisa lolos sampai nasional atau tiba-tiba ketiban durian tiga dua yaitu rezeki kita. Mami realistis, kita tim baru persaingan ketat. Ada Gading Martin, apalagi orang-orang seperti itu yang nggak ada serinya,” tegasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar