Olahraga

Madura United Kembali Dapat Sanksi Rp 75 Juta

Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC kembali mendapat sanksi dan harus membayar denda sebesar Rp 75 juta kepada Komisi Disiplin (Komdis) PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai regulator kompetisi Liga 1 musim 2018.

Sanksi dan denda tersebut harus mereka bayar akibat ulah suporter menyalakan flare saat Madura United menjamu Persela Lamongan pada laga pekan ke-34 alias laga pamungkas Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Sabtu (8/12/2018) lalu.

Pada laga tersebut, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab berhasil mengalahkan Laskar Joko Tingkir dengan skor tipis 2-1. Dua gol tim tuan rumah dicetak Fachruddin Aryanto pada menit 11\\\’ dan Greg Nwokolo pada menit 40\\\’, sedangkan gol tim tamu dicetak Dendy Sulistyawan pada menit 36\\\’.

Namun sebelum laga berakhir, kelompok suporter di sektor utara menyalakan flare diduga sebagai bentuk protes terhadap induk tertinggi sepakbola tanah air (PSSI). Bahkan mereka juga membentangkan spanduk jumbo dengan tulisan PSSI dengan gambar lima orang yang disinyalir sebagai petinggi federasi.

Tidak hanya itu, sanksi dan denda serupa juga berlaku bagi manajemen Persela Lamongan. Sebab pendukung mereka juga menyalakan flare dengan menggaungkan nyanyian \\\’Revolusi PSSI\\\’, sekalipun mereka bertindak sebagai tim (suporter) tamu.

\\\”Ya benar kita kembali mendapat sanksi dari Komdis sebesar Rp 75 juta akibat insiden di laga pamungkas, termasuk juga tim tamu Persela yang juga mendapatkan sanksi serupa,\\\” kata Media Officer Madura United FC Tabri Saifullah Munir kepada beritajatim.com, Rabu (19/12/2018).

Sanksi bagi Madura United merupakan kesekian pada kompetisi musim ini, sekaligus menjadi sanksi berturut-turut dalam dua pertandingan kandang. Sebab sebelumnya saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), mereka juga mendapat sanksi dari Komdis PSSI.

Tidak hanya pihak manajemen, satu pemain Madura United, yakni Asep Berlian juga harus mendapat sanksi membayar denda sebesar Rp 10 juta plus larangan bertanding di dua pertandingan resmi akibat aksi yang dinilai tidak sportif. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar