Olahraga

9 Tahun Dualisme Arema, Suporter Turun Jalan Tuntut Satu Klub

Aremania demo menuntut Yayasan Arema muncul tuntaskan dualisme.

Malang(beritajatim.com) – Aremania pendukung dua kesebelasan masing-masing Aremania pendukung Arema FC dan Aremania pendukung Arema Indonesia melakukan aksi demonstrasi. Mereka mengatasnamakan diri sebagai gerakan Make Malang Great Again (MMGA).

Aksi demonstrasi dimulai dengan longmarch dari depan Stasiun Malang hingga Gedung DPRD Kota Malang. Mereka menuntut Yayasan Arema turun tangan atas dualisme tim Arema yang terjadi dalam kurun 9 tahun ini. Demonstrasi dilakukan di depan Gedung DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang dengan harapan pemerintah setempat turut memfasilitasi agar Yayasan Arema turun mengakhiri dualisme.

Mereka melakukan orasi secara bergantian bagi dari perwakilan Aremania pendukung Arema Indonesia maupun Aremania pendukung Arema FC. Demonstran membuat semacam mimbar bebas dimana semua suporter yang hadir diperbolehkan bersuara mengeluarkan keluh kesah 9 tahun dualisme demi mempersatukan Singo Edan.

“Pada dasarnya gerakan ini (MMGA) adalah gerakan bersama Aremania mengenai kondisi dan situasi Arema di Malang yang sudah terjadi sekitar 9 tahun. Selama itu tidak ada solusi tidak ada pemecahan sehingga kami terpecah belah Aremania beradu argumentasi sampai kapan akan terus begini,” kata Juru Bicara Aksi MMGA, Andi Sinyo, Senin, (16/11/2020).

Andi Sinyo mengatakan, mempertimbangkan ketidakjelasan kapan konflik ini akan berakhir, Aremania yang tergabung dalam pergerakan Make Malang Great Again meminta mediasi diskusi antara organ Yayasan Arema yang didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987 dengan perwakilan Aremania. Demi berakhirnya dualisme.

“Di Indonesia Aremania sudah jatuh, mari kita bangun lagi dengan persatuan. Tuntutan kami adalah datangkan organ yayasan Arema ke Malang temui Aremania. Kita bicara baik-baik ada masalah apa sehingga Arema menjadi dua. Kami ingin organ yayasan yang tercatat di Kemenkumham dari 2015,” tandas Andi Sinyo.

Aksi ini dilakukan dengan tertib dan damai. Selain melakukan orasi mereka juga melakukan aksi sepak bola jalanan. Karena sepak bola adalah identitas para suporter. Mereka juga melakukan nyanyian khas masing-masing Aremania kala mendukung tim Arema Indonesia dan Arema FC di stadion. Beberapa perwakilan akhirnya diajak mediasi oleh DPRD Kota Malang dan Pemkot Malang untuk mendengarkan aspirasi Aremania. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar