Olahraga

85 Persen Renegosiasi Kontrak Pemain Madura United Dinyatakan Deal

Pamekasan (beritajatim.com) – Sekitar 85 persen pemain Madura United FC dinyatakan sudah menyelesaikan proses renegosiasi kontrak dan dinyatakan deal, guna mengenakan jersey loreng khas Laskar Sape Kerrab untuk menghadapi lanjutan Liga 1 Musim 2020.

Sebab dalam beberapa hari terakhir, pihak manajemen kembali menyodorkan kontrak sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan PSSI Nomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020, yang ditandatangani pada 23 Juni 2020 lalu.

Sekaligus sebagai lanjutan SKEP/48/III/2020 tentang penghentian kompetisi sepakbola di Indonesia terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia dalam keadaan kahar atau force majeure, 27 Maret 2020 lalu. Namun untuk gaji pemain tetep harus dibayar sekalipun hanya sebesar 25 persen dari nilai kontrak awal.

Bahkan dalam proses renegosiasi kontrak tersebut, pihak manajemen memasang target selesai pada pekan pertama September 2020. ” Proses renegosiasi ini kita targetkan selesai pada pekan pertama September (2020) mendatang,” kata Pelatih Madura United FC, Rahmad Darmawan, Selasa (1/9/2020).

“Saat ini proses renegosiasi kontrak pemain sedang kami lakukan, tercatat sekitar 85 persen pemain sudah menyelesaikan renegosiasi kontrak dan sudah dinyatakan deal (mengenakan jersey Madura United),” ungkap juru taktik yang akrab disapa Coach RD.

Seperti diketahui, akibat adanya pandemi Covid-19. Semua kompetisi sepakbola tanah air dihentikan dan PSSI menyarankan agar gaji pemain dibayarkan sebesar 25 persen dari total nilai kontrak. Selanjutnya proses renegosiasi kontrak dilakukan dengan kisaran bayaran hingga mencapai angka sekitar 50 persen dari nilai kontrak awal. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar