Olahraga

70 Atlet Asal Ponorogo Siap Bertanding di Popda dan Peparpeda Sidoarjo

Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita saat menyalami para atlet yang akan bertanding di Popda dan Peparpeda 2022.(Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Atlet asal Kabupaten Ponorogo bakal ambil bagian pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Provinsi Jatim Tahun 2022 ini. Total ada 70 kontingen yang diberangkatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk bertanding di Popda dan Peparpeda yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sidoarjo tersebut. Dimana jadwalnya untuk Popda berlangsung pada tanggal 7-12 November 2022. Sementara untuk event Peparpeda setelah Popda selesai, yakni tanggal 14-16 November 2022.

“Ada 61 atlet untuk Popda dan 9 untuk Peparpeda, yang diberangkatkan Pemkab Ponorogo untuk bertanding di Kabupaten Sidoarjo,” kata Kepala bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Dinas Kebudayaan Parawisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Suwanto, Sabtu (5/11/2022).

Sebanyak 61 atlet yang terjun di Popda kali ini, akan bertanding di 12 cabang olahraga (cabor). Antara lain renang, karate, selam, balap sepeda, sepatu roda, taekwondo, panjat tebing dan panahan. Dari 12 cabor yang diikuti kontingen dari Kabupaten Ponorogo, ada beberapa cabor yang berpotensi untuk meraih medali. Seperti sepatu roda, selam, karate dan panahan. “Yang berpotensi mendapatkan medali ya dari sepatu roda, selam, dan karate yang saat ini memiliki bibit-bibit muda yang potensial,” katanya.

Dalam gelaran Popda tahun ini, Wanto panggilan karib Suwanto mengaku buta akan peta kekuatan atlet-atlet daerah lain di Provinsi Jawa Timur. Sebab, kali terakhir Popda digelar pada tahun 2016 lalu. Sebab, setelah Popda 2016 di Kabupaten Jember itu, ada regulasi baru yang tadinya Popda digelar 2 tahun sekali, kini menjadi 4 tahun sekali. Usai Popda di Jember tahun 2016, seharusnya digelar lagi tahun 2020.

“Tahun 2020 ada pandemi Covid-19, akhirnya ditunda tahun 2021.Namun, tahun itu masih dilanda pandemi, sehingga akhirnya digelar tahun 2022. Sudah 6 tahun, praktis tidak tahu peta lawan,” ungkap Wanto.

Sementara untuk gelaran Peparpeda, 9 atlet yang dikirimkan akan mengikuti 2 cabor. Yakni 3 atlet untuk cabor bulutangkis dan 6 atlet untuk cabor atletik. Atlet paralimpik yang dikirim Pemkab Ponorogo ini, merupakan yang pertama kalinya. Sehingga, pihaknya tidak pasang target yang muluk dalam helai Peparpeda ini. “Peparpeda tidak ada target, yang penting atlet cari pengalaman bertanding dulu. Soalnya mereka juga baru pertama kali ikut kejuaraan seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menargetkan kontingen Popda yang diberangkatkan ke Kabupaten Sidoarjo bisa meraih juara umum. Meski itu dirasa berat, mengingat pada gelaran Popda sebelumnya, kontingen Ponorogo hanya mendapatkan satu medali perunggu dari atletik. “Saya memberangkatkan para juara, target tertinggi juara umum,” kata Kang Giri sapaan Bupati Sugiri Sancoko.

Dia berjanji akan memberikan bonus kepada atlet yang bisa mengharumkan Kabupaten Ponorogo dengan medali emas. Meskipun akan memberikan bonus kepada peraih emas, Ia enggan menyebutkan bonus apa yang nanti akan diberikan. “Ya pasti ada reward lah. Yang berangkat ini anak-anak hebat yang membawa nama baik Ponorogo,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar