Iklan Banner Sukun
Olahraga

10 Orang Pemain Banyuwangi Kalahkan Sidoarjo 1-0

Bermain dengan 10 pemain selama 19 menit terakhir, Kabupaten Banyuwangi berhasil mengalahkan Kabupaten Sidoarjo 1-0,

Jember (beritajatim.com) – Bermain dengan 10 pemain selama 19 menit terakhir, Kabupaten Banyuwangi berhasil mengalahkan Kabupaten Sidoarjo 1-0, dalam penyisihan Grup D cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Provinsi VII Jawa Timur, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Sabtu (18/6/2022).

Gol tunggal Banyuwangi dicetak Eko Wahyudi pada menit 35. Sebenarnya Banyuwangi bisa menambah gol lebih banyak lagi dengan adanya dua peluang di depan gawang Sidoarjo yang dijaga Izzul Haq Nur Sholikhudin.

Namun bukannya menambah gol, Risky Bayu Pamungkas yang baru empat menit masuk menggantikan Eko Wahyudi, justru diganjar kartu merah oleh wasit pada menit 71, karena menyikut pemain Sidoarjo. Pertandingan memang berjalan keras. Wasit Haldi Anugrah mengeluarkan empat kartu kuning, tiga di antaranya untuk pemain Banyuwangi.

Pelatih Banyuwangi Eko Suharianto bersyukur dengan hasil tersebut. Namun dia tak puas dengan kinerja wasit dari Kabupaten Malang itu. “Seharusnya tidak perlu kartu merah. Mungkin bisa jadi bahan evaluasi pengawas pertandingan ke depan,” katanya.

Sementara pelatih Sidoarjo Istiko Hadi Susanto menilai permainan keras Banyuwangi lumrah. “Itu mungkin strategi. Tapi wasit sudah adil. Kartu merah itu pasti, karena sengaja (ada pelanggaran). Saya serahkan kepada wasit,” katanya.

Kehilangan satu pemain, Eko menginstruksikan anak-anak asuhnya bertahan dan melakukan serangan balik. Ia tak ingin Banyuwangi bernasib sama dengan Jember yang harus kehilangan tiga angka pada menit-menit akhir pertandingan. “Yang penting tujuan kami menghambat aliran bola,” katanya.

Para pemain Sidoarjo sebenarnya mengurung pertahanan Banyuwangi pada 20 menit terakhir. Namun kuatnya benteng pertahanan Banyuwangi yang dikomandani Riski Ramadan membuat serangan Sidoarjo mentah. “Ini bahan evaluasi. Main bola kena parkir hus, harusnya punya ketenangan dan kesabaran, tidak usah grusa-grusu. Kami sebenarnya sudah berlatih dengan lawan yang menggunakan parkir bus. Tapi situasi pertandingan beda dengan latihan,” kata Istiko.

Istiko menganggap anak-anak asuhnya tidak beruntung. “Kami kurang tenang. Lawan bermain dengan 10 pemain, tapi pemain kami kurang bisa memanfaatkannya. Sepak bola yang begitu. Ada menang, draw, kalah,” katanya.

Istiko juga menyentil kondisi lapangan Notohadinegoro. “Kami biasa main di lapangan bagus. Kami di sini tidak bisa mencoba lapangan,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar