Olahraga

10 Bulan Lagi Bergulir, Menpora Cari Solusi Pencoretan Cabor di PON Papua

Surabaya (beritajatim.com) – Kurang lebih sepuluh bulan lagi Pekan Olah Raga XX di Papua bergulir. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali masih mencari solusi terhadap 13 cabang olahraga (cabor) yang telah dicoret pada Pekan Olahraga Nasional PON 2020 di Papua.

Menurut Menpora, kini pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan KONI Pusat dan PB PON. Terlebih soal ada dua cabor yang sudah dipertandingkan di Pra PON, seperti cabor Balap Sepeda dan Dansa.

“Kita sedang berkomunikasi dengan panitia daerah dengan pimpinan KONI dan NOC, saya minggu depan direncanakan akan ngobrol dengan gubernur Papua sebagai ketua umum pelaksanaan PON,” kata Menteri yang akrab disapa ZA, Sabtu (31/12/2019).

Menpora juga sudah menerima masukan dari Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak. Menurutnya harus ada solusi supaya Pra PON dua cabor itu tidak sia-sia.

“Jadi dua cabor itu (Balap Sepeda dan Dansa) sudah melakukan Pra PON sebelum KONI memutuskan pencoretan cabor ini. Jadi kami masih mencari formula,” imbuh dia.

Menpora berharap, secepatnya ada jalan keluar untuk mencari solusi terhadap cabor yang dicoret di PON. Supaya pembinaan prestasi atlet tetap terjaga.

“Mudah-mudahan ada jalan keluar, karena hari ini saya belum bisa sampaikan,” tambah dia.

ZA mengatakan, Jawa Timur merupakan pabrik dari atlet berprestasi, sehingga jangan sampai dengan pencoretan ini dapat mempengaruhi prestasi atlet asal Jatim. “Ya mudah-mudahan segera bisa kami selesaikan ya,” ujar Menpora. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar