Olahraga

Bawa Surat Keterangan Dokter

1.400 Peserta Ikuti Bromo KOM Challenge 2020

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 1.400 cyclist dari berbagai negara akan mengikuti Bromo KOM Challenge 2020, Sabtu (14/3/2020).

Para peserta ini datang dari 22 negara berbeda. Mewakili 534 cycling clubs atau komunitas sepeda. Termasuk peserta tanah air yang berdatangan dari 168 kota/kabupaten di 28 Provinsi. Dari Aceh hingga Papua.

Pada edisi 2020 ini, penyelenggara membagi peserta dalam beberapa kategori. Total ada 13 kategori, mulai kelompok atlet (elite) dan sejumlah kelompok umur (Age Category), baik laki-laki (Men KOM) dan perempuan (Women QOM).

Selanjutnya juga ada peloton non-kompetitif, plus kategori khusus (Folding Bike), yakni bagi peserta yang menggunakan sepeda lipat dan Brompton. Salah satu founder Bromo KOM Challenge, Azrul Ananda mengatakan event ini rutin ia gelar setiap tahunnya. Bahkan acara ini menjadi hari rayanya sepeda di Indonesia.

“Ini adalah event ke-7, dengan peserta 1400 dari 22 negara dari sekian ratus kota provinsi di Indonesia, dengan bersepeda tidak terlalu ekstrem tapi tantangan menanjaknya yang paling berat di Indonesia,” kata Azrul.

Azrul juga menyebut, di acara sepeda tahun ini ada yang unik, meski saat ini merebak virus corona tapi banyak peserta yang masih ingin daftar. Hingga mereka ada yang siap menggantikan peserta yang sudah mendapatkan nomor.

“Saat banyak event sepeda yang dibatalkan karena dampak Coronavirus, event ini malah dituju. Semua peserta akan datang ke Jatim,” tambah Azrul.

Meski begitu, Azrul tetap waspada terhadap penyebaran virus ini. Walaupun Indonesia bukan negara terdampak Corona terbesar, tapi ia akan tetap berhati-hati dan menjalin kerjasama dengan rumah sakit National Hospital.

“Bersyukur impact di Indonesia mungkin belum seperti di negara lain terutama negara yang memiliki musim dingin. Kita juga tidak boleh meremehkan apapun itu, ancaman dan lain-lain, tapi kita bersyukur dan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan bekerjasama dengan National Hospital,” imbuh dia.

Selain itu, untuk setiap peserta yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, Azrul menyebut saat pendaftaran kemarin mereka membawa surat keterangan sehat dari dokter. Hal ini tentu untuk mendeteksi adanya virus corona pada peseta Bromo KOM tahun ini.

“Kita terus mengimbau supaya event seperti ini ada pernyataan dari peserta yang dinyatakan sehat. Kita juga terus menjalin komunikasi dengan peserta, mengingat situasi yang terjadi. Serta mengingatkan supaya selalu menjaga kebersihan, kesehatan, imunitas dan lain-lain,” pungkas Azrul.[way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar