Lumajang (beritajatim.com) – Anang Akhmad Syaifuddin bikin kejutan dengan menyatakan mundur dari jabatan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (12/9/2022). Namun sebenarnya, pada medio Agustus 2022 lalu, dia pernah mengucapkan kemungkinan tak akan lagi memimpin parlemen.
Pernyataannya itu didengar oleh Wakil Ketua DPRD Lumajang dari Partai Persatuan Pembangunan, Akhmat. “(Waktu itu Anang menyampaikan) biar sudah saya yang memimpin hari ini. Saya khawatir untuk periode selanjutnya tidak bisa memimpin. Itu pas 17 Agustus kemarin, pas kami mendengarkan pidato kenegaraan,” katanya, ditulis Selasa (13/9/2022).
Waktu itu Akhmat kaget dengan pernyataan Anang. “Ojo ngomong ngunu (jangan bicara begitu), Pak Ketua. Omongan adalah doa. Saya sampaikan seperti itu,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Lumajang”]
Ternyata Anang benar-benar mengundurkan diri pada sidang paripurna di DPRD Lumajang, Senin (12/9/2022). Dia merasa tak pantas memimpin DPRD Lumajang, karena sempat keliru melafalkan teks Pancasila saat menerima aksi unjuk rasa mahasiswa pekan lalu.
“Kami merasa keberatan dengan pengunduran diri beliau. Kami sangat sayangkan kenapa kok sampai mengundurkan diri. Kan sempat disampaikan permintaan maaf oleh beliau yang disiarkan secara live. Saya pikir namanya manusia pasti ada salah dan lupa,” kata Akhmat, menduga Anang grogi waktu menerima aksi unjuk rasa tersebut, sehingga lupa teks Pancasila.
Namun, lanjut Akhmat, semua tergantung Partai Kebangkitan Bangsa. “Kalau semisal PKB memproses, ya monggo, kami bisa berbuat apa. Jadi kembali lagi kepada partai,” katanya. [wir/beq]






