Surabaya (beritajatim.com) – LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Korwil Jatim menegaskan, kegiatan yang dilakukan KPK dengan menggeledah ruangan kerja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa erat kaitannya dengan politik.
“Urgensi KPK seharusnya memeriksa ruangan yang ada kaitannya dengan proses perencanaan dan penganggaran dana hibah. Di mana seharusnya fokus pemeriksaan dilakukan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang isinya di antaranya Sekdaprov Jatim sebagai ketua TAPD, hingga Bappeda dan BPKAD Jatim,” kata Ketua LSM MAKI Korwil Jatim, Heru Satriyo, Minggu (25/12/2022).
Penyidik KPK beberapa waktu lalu menggeledah ruang kerja milik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Dardak. Penggeledahan ini diduga kuat erat kaitannya dengan tahun politik jelang Pemilu 2024.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sahat-tua-simanjuntak”]
“Yang perlu kita ketahui, MAKI Jatim secara tegas mendukung giat KPK melakukan penggeledahan di kantor di lingkungan Pemprov Jatim, seperti Dinas PU Bina Marga, PU SDA dan PU Cipta Karya. MAKI Jatim meyakini hal tersebut bagian dari pengembangan dengan dasar korelasi yang sangat jelas dari kasus hibah Sahat,” ujarnya.
Heru meyakini, pasca ramai-ramai penyidik KPK menggeledah ruang kerja Khofifah, elektabilitas Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu akan merosot dalam hal bursa Pilpres 2024.
“Meskipun MAKI Jatim meyakini pasti ada hubungan dengan kasus Pak Sahat, MAKI Jatim juga menyayangkan etika birokrasi yang harusnya juga menjadi landasan KPK dalam melakukan pengembangan kasus korupsi, dan sangat tidak pantas serta elok apabila mendekati tahun politik seperti sekarang ini,” jelasnya.
“Menjelang pesta demokrasi tahun 2024, di mana secara otomatis eskalasi politik jelas meningkat dan blow up terkait penggeledahan ruang kerja Ibunda Gubernur Jawa Timur pasti akan sangat berdampak pada elektabilitas politik beliau,” imbuhnya.
Heru berharap, KPK bisa menjalankan tugasnya tanpa ada kepentingan politik di belakang mereka. “Pesan MAKI Jatim cuma satu. Ini sudah mendekati tahun politik, jangan sampai ada geledah-geledah gini, ternyata itu pesanan untuk menjatuhkan pihak tertentu,” pungkasnya. (tok/kun)






