Mojokerto (beritajatim.com) – Ketua Umum Dharma Pertiwi, Hetty Andika Perkasa berinteraksi dengan puluhan ibu muda dan ibu hamil di Pendopo Agung Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Interaksi ini dilakukan saat kunjungan kerja dalam rangka road show percepatan penurunan angka stunting di wilayah Provinsi Jawa Timur.
Istri Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ini menyapa dan berinteraksi dengan para peserta yang merupakan ibu muda dan ibu hamil. Mereka juga mendapatkan sejumlah hadiah yang disiapkan dalam sebuah game terkait pengetahuan tentang stunting.
Sejumlah kegiatan digelar di Pendopo Agung Trowulan. Diantaranya, Sosialisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L), demo masak menu gizi seimbang, penyerahan bingkisan PMT bernutrisi dan pemberian bantuan sosial (bansos) secara simbolis dilanjutkan pemberangkatan Tim Bhaksos.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
“Mojokerto memang merupakan kota yang prevalensinya cukup tinggi terutama di Kabupaten Mojokerto itu di angka 27,4 persen. Kami bersyukur Ketua Umum Dharma Pertiwi hadir menyemangati semuanya,” ujar Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, Kamis (1/9/2022).
Khususnya dari semua tingkatan, pusat sampai desa. Istri Wakil Gubenur Jawa Timir, Emil Elestianto Dardak menegaskan, selalu Ketua Tim Penggerak PPK Jawa Timur, ia menyambut baik hal tersebut. Karena satu visi dan misi untuk menurunkan prevalensi stunting di Jawa Timur.
“Bantuan kali ini banyak sekali untuk ibu hamil, baduta dan pencegahan stunting. Ada inovasi yang belum di miliki provinsi yang lain adalah SOTH. SOTH sendiri itu Sekolah Orang Tua Hebat, dimana kami itu membuat calon ibu atau ibu baru,” tuturnya.
Calon ibu atau ibu baru di SOTH tersebut diberikan pengetahuan agar mengetahui betul apa yang harus dimiliki secara ilmu untuk mendidik dan merawat anak. Khususnya, tegas Arumi, di 1.000 hari pertama kehidupan.
“Alhamdulilah pada hari ini, Kabupaten Mojokerto mendapatkan kunjungan kerja dari Ibu Panglima TNI, Ketua Darma Pertiwi. Beliau melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka percepatan angka stunting khususnya di Kabupaten Mojokerto,” ungkap Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati.
Berdasarkan SSGI Tahun 2021, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, di angka 27,4 persen. Menurutnya, di tahun 2022 ini sudah mulai dilaksanakan SSGI lagi sehingga di akhir tahun 2022 akan dilakukan pengukuran secara langsung.
“Yakni kepada semua balita di Kabupaten Mojokerto. Karena di SSGI ini, didapatkan berdasarkan survey. Tidak semua balita dilakukan pengukuran maka itu bisa kita melakukan intervensi secara langsung, tepat langsung, kita akan melakukan pengukuran secara cermat,” katanya.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini menambahkan, penggadaan alat ukur akan diambil dari dana DAK Kabupaten Mojokerto. Pelaksanaan pengukuran semua balita di Kabupaten Mojokerto akan dilakukan di akhir tahun 2022.
“Mudah-mudahan kita mendapatkan angka yang berada di bawah angka 27,4 persen. Sehingga kita nanti bisa mendapatkan siapa yang masuk kategori stunting dan harus dilakukan intervensi,” tegasnya.
Di samping juga, lanjut Bupati, angka percepatan penurunan stunting juga dilakukan dalam upaya untuk pencegahan lahirnya bayi-bayi stunting maupun balita-balita tidak terkontrol kenaikan berat badannya. Sehingga jatuh pada kondisi stunting.
Dalam kunjungan ke Mojokerto, istri Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Bupati Mojokerto, Pengurus Daerah Dharma Pertiwi, Ketua Pia Ardhya Garini Cabang, Ketua Jalasenastri, Ketua Persit KCK Cabang dan Ranting.
Sebelumya, rombongan meninjau kegiatan MOP/MOW/Implant/IUD di RS DKT Kota Mojokerto. Ketua Umum Dharma Pertiwi mengapa aseptor dilanjutkan pemberian secara simbolis dana kompensasi kepada peserta MOP/MOW/Implant/IUD. [tin/kun]








