Pasuruan (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan menggelar simulasi pencoblosan untuk Pemilu 2024 dengan penekanan pentingnya TPS yang ramah bagi difabel.
Simulasi ini digelar di salah satu TPS yang berada di Taman Sekargadung, Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo. TPS tersebut merupakan lokasi sesungguhnya yang akan dijadikan TPS pada Pemilu 2024.
Royce Diana Sari, Ketua KPU Kota Pasuruan, menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pencoblosan akan berlangsung di hari H serta mengidentifikasi potensi permasalahan yang mungkin timbul.
“Kami juga mensimulasikan situasi yang mungkin terjadi pada hari pencoblosan, terutama terkait pemilih dengan disabilitas atau lansia,” ujar Royce.
Dalam simulasi ini, KPU Kota Pasuruan melibatkan 145 pemilih yang berada di sekitar lokasi. Mereka diminta untuk mempraktikkan proses pencoblosan, mulai dari masuk ke TPS, memilih di bilik suara, hingga mencoblos di surat suara.
KPU Kota Pasuruan juga menekankan pentingnya TPS yang ramah bagi penyandang disabilitas. Beberapa hal yang diperhatikan dalam simulasi ini antara lain pintu TPS yang mudah diakses bagi pengguna kursi roda.
Kemudian, adanya jalur khusus difabel yang harus melewati tangga. Lalu adanya petugas yang siap membantu pemilih difabel.
Royce menegaskan bahwa KPU Kota Pasuruan berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pemilih dapat berpartisipasi dalam Pemilu 2024, termasuk pemilih difabel.
Selain simulasi pencoblosan, KPU Kota Pasuruan juga telah menerima logistik TPS. Logistik tersebut terdiri dari berbagai peralatan seperti bilik suara, kotak suara, tinta, alat coblos, label identitas kotak suara, segel, kabel ties, dan alat tulis.
KPU Kota Pasuruan berharap bahwa simulasi pencoblosan dan ketersediaan logistik TPS ini dapat membantu kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024 di Kota Pasuruan. [ada/beq]






