Yogyakarta (beritajatim.com) – Kota Yogyakarta akan menggunakan teknologi dari Korea Selatan untuk mengelola tumpukan sampah. Kasus darurat sampah sampai saat ini masih terjadi.
Tumpukan sampah masih ditemukan di sejumlah ruas jalan Kota Yogyakarta. Meski menerapkan berbagai kebijakan dan sanksi belum dapat optimal menangani masalah sampah.
Pemerintah Kota Yogyakarta telah mendapatkan investor yang bakal membantu pengelolaan sampah. Nantinya, pengelolaan sampah akan menggunakan teknologi dari Korea.
Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo menuturkan investor yang akan membantu mengolah sampah itu berafiliasi dengan perusahaan Korea.
BACA JUGA:
Akhir 2023, 25 Persen KTP Warga Kota Yogyakarta Wajib beralih ke Digital
Untuk teknologi yang akan diusung, nantinya sampah yang diolah dan dimusnahkan akan melalui proses pembakaran menggunakan H2O. Ia menyebutkan metode ini ramah lingkungan karena melibatkan proses pembakaran bersuhu tinggi.
“Teknologi Korea itu dengan pembakaran H2O yang dipisahkan, diambil hidrogennya. Prosesnya adalah pemusnahan sampah dengan teknologi sangat tinggi. Prosesnya dengan suhu sampai 1.500 derajat celcius,” jelas Singgih.
Dikatakan Singgih, investor itu nantinya akan mengolah sampah berkapasitas 60 ton per hari. Ia berharap metode itu dapat dioperasikan akhir tahun 2023 ini.
“Diharapkan nanti di akhir 2023 atau awal 2024 sudah bisa beroperasi,” ujarnya.
BACA JUGA:
Buang Sampah Sembarangan di Yogyakarta, 8 Orang Dijatuhi Denda
Meskipun teknologi itu dapat mengolah sampah organik maupun anorganik, ia berhara warga setempat tetap melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Sebab proses pemilahan sampah di lokasi pengolahan akan memakan waktu yang lama yakni kisaran 60 persen.
“Pemilahan sampah sangat membantu untuk pengelolaan sampah berikutnya,” imbuhnya.
Terkait dengan lokasi pengolahan itu, Singgih masih enggan untuk menyebutkan. Kendati demikian pemerintah setempat dan pihak investor sudah berproses untuk penentuan lokasi.
“Lokasinya sudah dijajaki dan mengerucut, tetapi saya tidak bisa menyampaikan,” pungkasnya. [aje/beq]






