Surabaya (beritajatim.com) – Siswa SMAN 5 Surabaya, Nathania sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang Taiwan International Science Fair (TIFS) 2023. Nathania meraih juara 1 kategori Medical and Health Science.
Nathania bercerita, prestasi membanggakan ini diraihnya bermula saat mengikuti Asean Youth Research Innovation Summit (AYRIS) pada 2022 lalu. Saat itu, Nathania meneliti silver moringa berbahan ekstra kelor untuk melawan bakteri salmonela penyebab tifus.
Nah, dari penelitian ini, kemudian ia kembangkan untuk melawan MRSA yang merupakan bakteri patogen sangat mematikan. Karena menyebabkan infeksi, sepsis hingga kematian. Dijelaskannya, bakteri MRSA muncul karena penggunaan antibiotik berlebihan di ruang ICU.
Menurutnya, meskipun ada obat untuk melawan bakteri ini, namun harganya cukup mahal, yakni satu tabletnya Rp1,4 juta. Tentu ini akan lebih berat lagi bagi pasien.
“Karenanya saya teliti ekstra kelor ini didukung dengan berbagai jurnal bahwa ditemukan kandungan. Kandungan flavonoid, saponin dan alkoloid pada ekstrak kelor untuk melawan MRSA,” ujar Nathania, Senin (13/2/2023).
Nathania menerangkan, bahwa dari ekstrak kelor ini kemudian disentesis dengan nano partikel perak yang menjadi agen anti bakteri terhadap MRSA. Penelitian ini kemudian berhasil dan diaplikasikan ke kain sisal.
“Bermodal ini saya mengikuti TIFS. (Sebagai delegasi) ke Taiwan banyak yang bilang berat dan belum ada yang menang. Tapi saya hanya lakukan yang terbaik,” tuturnya.
Ia mengaku, saat berkompetisi di Taiwan, tim Indonesia sempat memintanya untuk menyerah. Pasalnya, saat itu electron mikroskop yang dibutuhkannya hanya dimiliki Universitas Negeri Malang (UM). Alhasil, ia harus berangkat ke Malang dengan waktu yang sangat mepet.
“Saya nekat waktu itu. Jam 4 sore sudah tutup laboratoriumnya. Jam 2 berangkat dari Surabaya. Selama perjalanan udah saya pasrah, pokoknya ada usaha. Puji syukur masih bisa kekejar,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”beasiswa”]
Ia mengaku, penelitian soal daun kelor bukanlah satu-satunya yang pernah ia lakukan. Sejak di bangku SD, rasa keingintahuannya di bidang kesehatan sangat tinggi. Itu terlihat saat kecil ia menderita sinositis. Dengan bekal rasa ingin tahu dan arahan orang tuanya, ia kemudian membuat masker jahe untuk mengobati penyakitnya tersebut.
“Awal itu saya meneliti soal jahe kemudian saya gunakan untuk mengobati sinositis melalui masker jahe. Dari situ makin lama saya tertarik masalah isu di bidang kesehatan,” ungkap putri dari pasangan dr Agoes Willyono dan Listyawati Setiawan tersebut.
Sementara itu, Sukirin Wikanto, Kepala SMAN 5 Surabaya memberikan apresiasinya kepada Nathania karena telah mengharumkan nama bangsa di ajang TIFS 2023. Pihaknya juga menyebut jika SMA 5 menjadi kekuatan tersendiri bagi Nathania.
Dikatakan Kirin, bahwa sebelum berangkat ke Taiwan, Nathania berpamitan kepada seluruh guru dan kepala sekolah. Selain itu, sekolah juga melakukan pemantapan mental Nathania agar lebih siap dan percaya diri.
“Kami mendukung all out prestasi yang diukir siswa SMAN 5 Surabaya baik akademik maupun non akademik. Apa yang diberikan Nathania merupakan salah satu realisasi program one student one prestasi yang saya gagas,” akunya. [ipl/but]






