Magetan (beritajatim.com) – Camat Plaosan Dian Maheru Robby Widiatmoko mengatakan, pihaknya melarang wisatawan yang berhenti untuk selfie di dekat lokasi kebakaran Gunung Lawu Magetan. Menurutnya, itu demi keselamatan wisatawan sendiri.
“Kalau sekadar lewat nggak apa-apa meski jalan dibuka tutup untuk penanganan karhutla. Namun, kami melarang wisatawan yang berhenti untuk selfie ya. Karena ini lokasi bencana. Kami lakukan demi keselamatan wisatawan juga. Cukup ramai wisatawan karena ini akhir pekan,” kata Dian, Sabtu (21/10/2023).
Api yang mendekat ke Jalan Tembus Cemoro Sewu-Sarangan, tepatnya di atas tikungan roller barrier masuk Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, masih belum bisa dipadamkan hingga pukul 14.20 WIB. Banyaknya dedaunan kering membuat api makin mudah menjalar.
BACA JUGA:
Karhutla Gunung Lawu Magetan Dekati Jalan Tembus Cemoro Sewu-Sarangan
Petugas Damkar Magetan, Perhutani, BPBD Jawa Timur dan BPBD Magetan serta TNI, Polri masih terus bersiaga di lokasi. Total sekutar satu kilometer jalan dianggap rawan pohon tumbang dan longsoran batu imbas kebakaran hutan tersebut.
“Kami mengerahkan Damkar untuk pembasahan dan pemadaman. Karena api banyak yang mebgarah ke pinggir jalan,” lanjut mantan Camat Poncol itu.
BACA JUGA:
Warga Cemoro Sewu Krisis Air, Dampak Kebakaran Gunung Lawu Pipa Sumber Air Terbakar
Dian mengatakan, kebakaran bisa membahayakan pengguna jalan. Asap yang menganggu pernapasan, kabut asap bisa mengganggu pandangan, hingga ancaman pohon tumbang dan batu yang berjatuhan.
“Karena itu, kami bersiaga di lokasi untuk mengamankan lokasi bencana. Kami minta pengguna jalan dan wisatawan tidak selfie di lokasi bencana,” kata Dian.
Hingga Sabtu (21/10/2023) pukul 14.33 WIB, api yang berada di pinggir jalan tembus itu masih dalam penanganan petugas gabungan. [fiq/beq]






