Kapan Super League 2025-26 selesai? Bagi Bonek kompetisi sudah selesai, setelah Persebaya dikalahkan Madura United 1-2 di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Kalah dari tim peringkat 16 (masuk zona degradasi) di hadapan 10.390 orang penonton, jelas tidak ada dalam rencana Bonek yang hadir di stadion malam itu. Mereka hanya ingin melihat Persebaya bangkit setelah dikalahkan Persija 0-3 pada pekan sebelumnya.
Namun jangankan bangkit, gawang Andhika Ramadhani justru dibobol Lulinha pada menit 12 dan Riquelme pada menit 64. Persebaya hanya mampu membalas pada menit 82 melalui Riyan Ardiansyah.
Penguasaan bola hingga 71 persen (menurut situs Persebaya) dan 23 kali percobaan tembakan ke gawang (enam di antaranya akurat) tak ada artinya. Madura United yang hanya mempunyai tiga peluang tepat sasaran, ternyata lebih efektif dalam penyelesaian akhir.
Francisco Rivera, pemain impor Persebaya asal Meksiko, mengungkapkan kekecewaanya. “Kami selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk tim,” katanya.
Masalahnya mencoba saja tak cukup. Pendukung Persebaya tak ingin janji ‘kami selalu mencoba memberikan yang terbaik’, namun komitmen ‘kami selalu memberikan yang terbaik’. Ada keniscayaan di sana. Karena sepak bola pada dasarnya bicara soal hasil akhir, bukan sekadar percobaan.
Hanya dengan hasil positif, publik percaya terhadap tim ini. Dengan kekalahan dari Madura United, pendukung Persebaya layak gamang mengingat enam lawan berikutnya terhitung berat. Terdekat adalah melawan Maluku United, di Stadion Kie Raha, Ternate, 23 April 2026. Ini bakal jadi pertandingan tak mudah, dan Bonek sudah mencantunkannya dalam daftar kekalahan sebelum pertandingan.
“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi akurasinya masih kurang. Itu yang harus kami perbaiki,” kata pelatih Bernardo Tavares, dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Namun sulit memperbaiki performa Persebaya dalam enam pertandingan ke depan. Apalagi sejumlah pemain mengalami cedera. Mentalitas menjadi kunci.
Manajemen Persebaya perlu memberikan motivasi tambahan dengan memberikan ‘ancaman’ dan peringatan kepada para pemain, bahwa mereka tak akan masuk dalam skema tim musim depan jika tak bermain bagus dan optimal dalam enam laga sisa.
Kita tidak tahu apakah manajemen Persebaya sudah mulai mencari pemain baru untuk musim depan. Namun kita berharap dua hal: tidak salah pilih dan tidak pelit merogoh kocek untuk membeli pemain berkualitas. Bernardo Tavares harus diberikan kesempatan memilih pemainnya sendiri.
Sudah jamak diketahui, kinerja finansial Persebaya adalah salah satu yang tersehat di Indonesia. Kini saatnya kesehatan finansial ini digunakan untuk menyehatkan prestasi Persebaya yang tidak meraih juara nasional sejak 2004. [wir/but]






