Iklan Banner Sukun
Internasional

Viral Guru Berebut Makan Siang Usai Rapat, Takut Kehabisan

Surabaya (beritajatim.com) – Selesai rapat, makan siang tentu jadi agenda yang ditunggu. Dengan makan siang, segala penat yang muncul selama rapat bisa terobati.

Tapi waktu makan siang di sebuah resor di Ludhiana Punjab, India, berubah jadi kekacauan. Para guru yang mengikuti rapat berebut makan siang lantaran takut kehabisan.

Para guru terlihat saling dorong berebut tempat makan. Bahkan sampai ada yang hampir berkelahi.

Kejadian itu berlangsung usai pertemuan para guru dari seluruh negara bagian India dengan Kepala Menteri Bhagwant Mann. Pertemuan itu dipimpin langsung Mann melibatkan lebih dari 2.600 kepala sekolah dan pejabat pendidikan untuk membahas kualitas pendidikan.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat seseorang yang mengenakan setelan jas kemungkinan adalah anggota staf resor. Dia dengan cepat memindahkan piring-piring itu ke sudut dan mulai membagikannya satu per satu sampai para guru yang berkerumun menjadi kewalahan.

Video itu dibagikan oleh Gagandeep Singh di Twitter. Captionnya berbunyi, “Adegan Makan Siang Kepala Sekolah & Guru setelah pertemuan dengan CM & Menteri Pendidikan di Ludhiana.”

Warganet tidak bisa melupakan video ini dan membuat beberapa lelucon tentang apa yang terjadi. Bahkan banyak yang kecewa dengan cara guru-guru ini bertindak.

Seorang warganet berkata, “Jika ini adalah cara mereka berperilaku bagaimana mereka akan mendisiplinkan anak-anak. Saya sangat merasa pemerintah Punjab harus memulai kelas Kebahagiaan, yoga, dan sesi meditasi untuk guru terlebih dahulu. Ini adalah akibat dari pikiran yang tidak sehat.”

“Aku penasaran ingin tahu jam berapa makan siang disajikan karena mereka tampaknya terlalu lapar,” kata yang lain.

Yang ketiga mengecam penyelenggara dan menulis, ”Sungguh cara yang memalukan untuk memperlakukan para guru. Mereka adalah manusia, guru adalah Tuhan, dan cara mereka membagikan piring itu seperti memberikan potongan makanan kepada hewan. Apakah itu tidak mereka pikirkan?”

“Orang-orang ini akan mengajari pikiran-pikiran muda tentang rasa kewarganegaraan. Akankah mereka berperilaku seperti mereka ketika mereka pergi ke luar negeri? Memalukan,” ungkap lainnya.

“Klip ini harus dikirim ke semua orang yang hadir dan harus membuat mereka menyadari karena perilaku mereka, orang-orang ini adalah pemandu generasi mendatang dan jika mereka berperilaku seperti ini maka lupakan saja. Buat mereka sadar akan kekurangan mereka,” tukas warganet dalam komentarnya.

“Jika ini cara mereka berperilaku bagaimana mereka akan mendisiplinkan anak-anak. Saya sangat merasakan pemerintah Punjab. harus memulai kelas Kebahagiaan, yoga, sesi meditasi untuk guru terlebih dahulu. Ini adalah akibat dari pikiran yang tidak sehat,” tambah lainnya.

Dalam acara ini pun, sebenarnya departemen telah mengatur 57 bus ber-AC bagi para pendidik untuk bepergian. Menteri Pendidikan Gurmeet Singh Meet Hayer mengatakan pertemuan itu diadakan untuk mendengarkan saran para guru untuk memperbaiki sistem pendidikan dengan membingkai sebuah kebijakan.

Menurut PTI, Ketua Menteri Bhagwant Mann meluncurkan portal online untuk mencari ide dan saran dari para guru untuk membawa reformasi pendidikan “yang lebih open-minded“.

Dia mengatakan para guru harus mengirimkan ide secara online melalui portal ini untuk membantu mengubah sistem pendidikan konvensional dan menjadikannya tanpa kertas, dan diberdayakan secara digital, kata laporan itu lebih lanjut.

“Namun, melihat bagaimana guru-guru itu berperilaku atas makan siang gratis mereka, sepertinya ada yang lebih penting daripada mendahulukan perubahan sistem pendidikan konvensional ke digital.” tukas seorang warganet. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar